Minggu, 25 September 2022

Lestarikan Permainan Tradisional, Kampoeng Dolanan Ajak Anak-anak Bermain di CFD Tunjungan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pengunjung anak-anak bermain tarik tambang yang tersedia di lapak Kampoeng Dolanan saat Car Free Day di Jalan Tunjungan pada Minggu (14/8/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Komunitas Kampoeng Dolanan mengajak anak-anak melestarikan permainan tradisional. Hari ini, Minggu (14/8/2022), Kampoeng Dolanan menampilkan 10-13 permainan tradisional pada hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD), di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Mustofa Sam Ketua Komunitas Kampoeng Dolanan mengaku sengaja memilih Jalan Tunjungan, karena sebagai ikon wisata heritage Kota Surabaya. Sejak akhir tahun 2016, dia dan teman-temannya rutin menggelar lapak setiap hari Minggu secara gratis.

“Selain itu di sini tempatnya kondusif, tidak crowded seperti CFD di kawasan lain. Dulu kami gabung sama beberapa teman-teman komunitas. Jadi, ada cerita soal sejarah, ludruk juga, kalau sekarang tinggal dua saja, Kampoeng Dolanan dan Aksi Sebaya yang membawa buku serta dongeng,” kata Cak Mus, sapaan akrabnya saat ditemui suarasurabaya.net, Minggu (14/8/2022).

Dari pukul 06.00 WIB, lapak yang digelar sederhana itu terus didatangi anak-anak kecil yang rata-rata berusia sekolah dasar. Sekilas, tidak ada yang istimewa dari lapaknya. Hanya satu banner identitas komunitasnya, beberapa banner tidak begitu besar yang sudah didesain sebagai alat permainan engkle yang diletakkan di aspal, sejumlah karung goni, dan alat-alat permainan tradisional lainnya.

Tapi, permainan tradisional ternyata mampu membuat anak-anak yang bermain riang gembira. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang rindu dengan permainan tradisional turut mencoba memainkan bersama buah hati mereka.

“Kami menyediakan 10 sampai 13 permainan tradisional seperti tarik tambang, engkle, balap karung, egrang tali bambu, lompat tali, dakon, bekel, dan lain-lain,” sebut Cak Mus.

Komunitas yang beranggotakan total 300 orang lebih itu sengaja membuat program mengenalkan permainan tradisional secara keliling. Mulai dari kampung ke kampung, antarsekolah, hingga tempat umum. Nama “Kampoeng Dolanan” juga dipilih karena permainan tradisional berasal dari kampung, walau sekarang mulai jarang dimainkan.

“Tempat kumpulnya di Jalan kenjeran Gang 4 C Simokerto Surabaya. Tapi, kalau kami keliling biasanya ajak main anak-anak dari kampung-kampung,” imbuhnya.

Anak-anak bermain dakon yang ada di Lapak Kampoeng Dolanan saat Car Free Day di Jalan Tunjungan pada Minggu (14/8/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Dengan begitu, dia berharap paling tidak bisa memunculkan keinginan anak-anak untuk tetap merasakan bermain alat permainan tradisional. Menurutnya, pengunjung di CFD sangat antusias. Seringkali anak-anak yang datang, ingin kembali lagi di pekan-pekan berikutnya.

“Saya lihat antusiasnya luar biasa, banyak anak-anak yang ingin datang lagi, bahkan orang tua juga bermain. Kadang orang tua mengajak anaknya main, silakan saja. Banyak yang beranggapan anak-anak lebih suka gadget, padahal nggak. Kalau kita mengenalkan dan mengajak, mereka juga suka,” lanjutnya.

Semua alat permainan yang disediakan di lapaknya boleh dipakai secara gratis. Bahkan, Mustofa mengaku membebaskan para pengunjung yang memakai alat permainannya.

“Kami edukasi cara bermain saja seperti apa. Tapi kadang juga sudah paham. Dibebasin main dengan versi mereka sendiri karena tiap aturan main di daerah beda-beda. Kami coba menggali kearifan lokal masing-masing daerah agar terangkat,” pungkasnya.

Aprilia seorang pengunjung yang ditemui suarasurabaya.net juga mengaku senang mengajak anak perempuannya berusia 7 tahun bermain alat tradisional di lapak Kampoeng Dolanan.

“Terbantu juga sih di tempat umum, gratis, jadi anak bisa tahu permainan tradisional, sekarang kan sudah jarang. Ini penting sekali, karena ternyata saya lihat lebih seru mainan tradisional,” seru Aprilia sembari bermain engkle bersama anaknya.(lta/dfn/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Minggu, 25 September 2022
28o
Kurs