Jumat, 1 Juli 2022

Merencanakan Kesehatan Finansial untuk Resolusi Tahun Baru

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi

Tahun baru biasanya identik dengan membuat resolusi, berharap agar di tahun yang baru segala hal menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut hasil penelitian dari University of Scranton yang dilansir oleh Statistic Brain, institusi riset global terkemuka khusus kumpulan data statistik dan grafis antarmuka serupa infografik, mengungkapkan bahwa sebanyak 23 persen orang mundur dari resolusi seminggu setelah tahun baru.

Hanya berkisar antara 8 persen hingga 19 persen orang yang bisa bertahan dan tekun wujudkan resolusi tahun baru dalam jangka panjang. Hal ini karena resolusi tahun baru yang dicanangkan kerap kali terlalu ambisius dan terbawa suasana hitungan mundur waktu pergantian tahun.

Secara khusus, resolusi finansial menuju cita-cita untuk mandiri dan sejahtera secara finansial tentu menjadi tujuan semua orang. Di era digital yang serba-instan seperti saat ini, salah satu taktik agar bisa mulai secara perlahan mengontrol pengeluaran adalah mengkotak-kotakkan pos keuangan untuk pengelolaan yang lebih mawas.

Antara mengutip siaran resmi Maybank pada Sabtu (1/1/2022), berikut tiga tips sederhana untuk mencapai kesehatan finansial sebagai resolusi tahun 2022:

Siapkan strategi untuk lunasi utang dan cicilan

Salah satu penghalang terbesar dalam mencapai kesehatan finansial adalah kondisi hutang dan cicilan. Tajamkan fokus untuk mengatur strategi yang lebih bijak dalam melunasi utang dan cicilan. Kemudian, perbaiki pengelolaan keuangan dengan membedakan rekening transaksi dan rekening tabungan.

Banyak cara pintar menuju kesehatan finansial ideal

Tidak ada kata terlambat untuk memulai komitmen menuju goal kesehatan finansial ideal. Beberapa indikasi kondisi finansial sehat paling umum adalah tidak ada utang, dana darurat berkecukupan, dan perencanaan dana pensiun makmur. Cita-cita tersebut tidak hanya dapat dicapai cukup dengan menabung saja, tetapi juga dengan memperhatikan pos-pos pengeluaran kecil, seperti biaya administratif perbankan.

Jadikan proses menuju finansial sehat ini sebagai perjalanan yang menyenangkan

Pintar mengelola keuangan menuju dompet sehat harus juga didukung oleh semangat yang tidak padam. Ketika perjalanan menuju finansial sehat dijalankan dengan merana, maka akan ada kecenderungan untuk revenge shopping dengan berbelanja lebih boros lagi. Oleh karena itu perjalanan yang menyenangkan dalam menabung menjadi penting untuk menuju finansial yang sehat.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 1 Juli 2022
28o
Kurs