Minggu, 1 Maret 2026

Peneliti Internasional Temukan Sistem Bintang Biner Langka

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Kedua sistem yang disebut Bernhard-1 dan Bernhard-2 itu, masing-masing dikelilingi oleh piringan gas dan debu yang tidak biasa yang berada pada posisi inklinasi terhadap orbit bintang-bintang pusat. Foto: Antara

Tim internasional yang dipimpin oleh seorang astronom China mengumumkan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi dua contoh baru sistem bintang biner langka, yang terdiri dari dua bintang pusat yang mengorbit satu sama lain di alam semesta.

“Kedua sistem yang disebut Bernhard-1 dan Bernhard-2 itu, masing-masing dikelilingi oleh piringan gas dan debu yang tidak biasa yang berada pada posisi inklinasi terhadap orbit bintang-bintang pusat,” papar Zhu Wei dari Universitas Tsinghua yang memimpin tim internasional itu.

Temuan ini dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Gas padat yang mengelilinginya, atau piringan protoplanet (protoplanetary disk), biasanya berada pada bidang orbit yang sama dengan bintang, sama seperti kebanyakan planet dan bulan di tata surya memiliki bidang orbit yang sama.

“Namun, sistem bintang biner yang baru ditemukan ini jenis yang langka, karena piringan bintangnya terletak pada posisi inklinasi terhadap bidang bintang yang mengorbit,” kata Zhu, Selasa (19/7/2022) mengutip Antara.

Piringan itu bergoyang seperti gasing yang berputar karena kemiringannya, imbuhnya.

Zhu menjelaskan bahwa ketika sebuah piringan bergoyang, piringan itu bergerak antara Bumi dan bintang-bintang biner selama beberapa dekade, menyebabkan kecerahan bintang-bintang biner bervariasi secara teratur.

Seperti terlihat dari Bumi, sistem itu meredup saat salah satu bintang binernya bergerak di belakang piringan protoplanet. Ketika dapat diamati lagi dari Bumi, kecerahan sistem kembali normal. Menurut temuan tersebut, Bernhard-1 meredup selama 112 hari setiap 192 hari, dan Bernhard-2 meredup selama 20 hari setiap 62 hari.

Kedua sistem bintang biner itu terletak 3.000-10.000 tahun cahaya dari Bumi, dan penemuan kedua sistem ini sangat penting untuk memahami pembentukan planet, menurut Zhu.

Studi itu dilakukan bekerja sama dengan sejumlah astronom profesional dan amatir serta peneliti dari China dan luar negeri.(ant/dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 1 Maret 2026
25o
Kurs