Kamis, 25 Juli 2024

TMII Lakukan Uji Coba Terbatas bagi Publik

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Seseorang yang berada di TMII uji coba terbatas. Foto: bumn.go.id

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah melakukan uji coba terbatas sejak Minggu, 20 November 2022 pukul 06.00.

Jumlah kunjungan masih dibatasi dengan kuota 5 ribu orang per hari. Petugas mengarahkan pengunjung untuk masuk melalui Pintu 3.

Emilia Eny Utari Direktur Eksekutif TMII memberikan apresiasi terhadap pengunjung pertama atas antusiasme dalam uji coba ini dengan mengalungkan syal etnik bersama dengan Hetty Herawati Direktur Pemasaran, Pelayanan, dan Pengembangan Usaha PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), dan disambut penampilan musik Tanjidor, Ondel-ondel, dan Pagar Ayu Changing Guard.

“Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan operasional destinasi wisata Taman Mini Indonesia Indah sangat baik,” tutur Emilia, Minggu (20/11/2022).

Dikutip dari bumn.go.id pada Selasa (22/11/2022), selama masa uji coba terbatas, TMII beroperasi setiap hari. Jam operasional Pintu Masuk hari Senin sampai Jumat pukul 06.00-16.00 WIB. Sementara Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional pukul 05.00-16.00 WIB. Wahana & Museum hari Senin s.d Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara parkir pengunjung terpusat di gedung elevated parking.

Lebih lanjut, Edy Setijono Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) mengungkapkan bahwa uji coba terbatas TMII dilakukan untuk melihat kesiapan destinasi.

“Kita melakukan uji coba terbatas ini untuk memastikan bahwa destinasi TMII betul-betul siap dikunjungi wisatawan,” ujar Edy.

Ia menambahkan, TMII diharapkan dapat menjadi percontohan bagi dunia tentang pelestarian kebudayaan suatu bangsa. PT TWC juga berkomitmen untuk mengelola destinasi budaya yang berkualitas dan berkelanjutan.

“TMII memberikan ruang bagi budaya daerah untuk dikenal dan memberika nilai edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Edy Setijono Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) mengungkapkan bahwa wajah baru TMII direalisasikan yakni bertujuan untuk mengembalikan ruh dan spirit pembangunan TMII sebagai miniatur Indonesia.

PT TWC selaku pengelola TMII, mengembangkan empat konsep pengelolaan yang meliputi pilar inclusive, green, smart, dan culture. Aktualisasi dari pilar inclusive adalah menyediakan ruang publik di TMII untuk komunitas. Sementara pilar green berkontribusi mengurangi emisi sekaligus menjadi penyuplai oksigen dengan ketersediaan 70 persen zona hijau dan 30 persen bangunan di seluruh area TMII.

Pilar smart menghadirkan tata kelola yang transparan sehingga seluruh transaksi didorong dengan teknologi digital. Pembelian tiket melalui platform online serta transaksi non tunai merupakan salah satu implementasi dari pilar ini.

Adapun pilar culture bakal memaksimalkan keberadaan anjungan-anjungan di TMII yang merepresentasikan ragam budaya Indonesia. TMII juga mengorkestrasi atraksi seni budaya melalui komunitas seni di sekitar kawasan.

Sebagai informasi, pemerintah pusat merevitalisasi TMII sejak Januari lalu. Cakupan renovasi dalam kawasan TMII diantaranya, penataan area gedung utama, renovasi joglo, renovasi museum, penataan lanskap anjungan dan pedestrian, penataan halte, area parkir dan gedung pengelola, penataan lanskap pulau di danau Archipelago, renovasi eks-Theater Garuda, eks-Museum Telkom, dan Keong Mas, viewing tower, pembangunan community center dan struktur parkir.(rum/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
32o
Kurs