Senin, 30 Januari 2023

Warga Surabaya Pilih Isi Libur Lebaran dengan Wisata Perahu Kalimas

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Penumpang yang menaiki wisata perahu Kalimas Surabaya saat momen libur Lebaran, Selasa (3/5/2022).Foto: Meilita suarasurabaya.net

Hari Raya Idulfitri seringkali dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman. Namun bagi yang tidak mudik, mereka memilih menghabiskan waktu untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata.

Seperti yang terjadi di hari kedua Lebaran, Selasa (3/5/2022), hingga siang hari sudah ada 200 lebih penumpang mayoritas ber-KTP Surabaya yang naik Wisata Perahu Kalimas.

Salah satunya Rohim warga Sidotopo Surabaya yang memilih menghabiskan waktu Lebaran bersama istri dan anaknya yang masih berusia 5 tahun.

“Sekalian nostalgia sih. Dulu belum punya anak pernah kesini tapi 2014. Terus sempat mau kesini ternyata pandemi tutup, sekarang baru bisa kesini bawa anak. Gak punya tujuan mudik soalnya,” kata Rohim kepada suarasurabaya.net saat di atas perahu.

Sementara itu, Feri Murgianto Koordinator Wisata Perahu Kalimas mengatakan, meski belum bisa dikatakan ramai, namun jumlah penumpang di hari kedua Lebaran ini dua kali lipat dibandingkan saat hari H Lebaran, Senin (2/5/2022) kemarin.

“Kemarin dari pagi sampai sore ada sekitar 90-an penumpang. Hari ini (sampai sekitar pukul 13.00 WIB) mulai pagi udah terjual 225-an tiket. Rata-rata KTP-nya Surabaya,” kata Feri.

Feri juga bercerita bahwa Wisata Perahu Kalimas ini harus memulai bangkit dari awal setelah sempat buka-tutup selama pandemi. Meski kebijakan pemberlakuan kuota maksimal juga masih diterapkan, Feri melihat animo masyarakat sudah cukup bagus.

“Sejak pandemi kita memang buka-tutup. Terakhir Januari itu buka sebentar terus tutup mungkin sekitar Februari baru buka lagi. Ada sistem kuota maksimal 500 kurang lebih. Tapi lihat animo masyarakat sudah luar biasa,” imbuh Feri.

Padahal sebelum pandemi, dirinya mengaku ketika akhir pekan bisa mencapai 800-an penumpang. Namun kini sejak beroperasional rutin setelah pandemi, Feri mengaku hanya sekitar 300-an penumpang di akhir pekan.

“Karena gak ada kuota waktu itu (sebelum pandemi),” papar Feri.

Pada momen Lebaran ini, Feri juga masih belum bisa memprediksi apakah akan bisa menjual tiket sampai habis sesuai dengan kuota yang tersedia.

“Belum ramai sih, baru bisa dilihat kalau besok naik, lusa naik lagi, nah itu baru bisa diprediksi berapa,” jelas Feri.

Feri juga berharap secepatnya bisa kembali buka dengan jam operasional normal. Karena menurutnya, penumpang yang paling banyak datang di shift malam hari yaitu mulai pukul 18.00-21.00 WIB. Wisata Perahu Kalimas untuk saat ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-17.00 WIB.

“Karena kalau malam kan bagus ada lampu-lampunya. Tiap hari kalau malem bisa sampe 100-an penumpang. Ya secepatnya lah semoga, kita siap-siap dulu pasangi lampu di dermaga juga sepanjang rute yang kita lewati,” ujar Feri dengan optimis.

Meski belum buka malam hari, lanjut Feri, antusias penumpang saat ini juga sudah terlihat di sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas.

“Sore sekitar jam 4 sampai setengah 5 itu kan gak panas. Masyarakat senengnya naik perahu yang terbuka itu. Kalau siang gini kita pakai yang tertutup,” tambahnya.

Untuk masyarakat yang ingin mengisi liburan Lebaran dengan naik Wisata Perahu Kalimas ini hanya perlu merogoh kocek Rp4 ribu per penumpang.

Tiket bisa dipesan secara online di tiketwisata.surabaya.go.id.

“Ada jam-jamnya nanti bisa milih secara online. Tiap 15 menit dibatasi hanya 36 orang yang pesan. Selanjutnya masuk ke jadwal berikutnya,” papar Feri.

Penumpang yang naik perahu akan diminta memakai rompi pelampung yang sudah tersedia demi keamanan.

“Standarnya gitu, kita sih waspada saja,” tegas Feri.

Sementara untuk rute Wisata Perahu Kalimas terbagi menjadi dua. Hari biasa, Senin-Jumat rutenya menuju ke Monumen Kapal Selam. Sedangkan Sabtu dan Minggu menuju ke Museum Pendidikan. Total perjalanan pulang pergi sekitar 20 menit perjalanan dengan kapasitas jumlah penumpang setiap perahu 12 orang.

“Tapi tergantung debit air, misal surut kan kita susah sandarnya jadi ya kita ganti rutenya, kita pasti infokan di online nya itu. Itu tidak berhenti jadi cuma muter terus balik lagi ke titik awal naik,” jelasnya lagi.(lta/dfn)

Berita Terkait