Sebanyak 165 penari balet dari Premiere School of Ballet mempersembahkan pertunjukan kolosal The Lion King di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya pada Sabtu (1/8/2026).
Selama kurang lebih dua jam, penari balet menyajikan kisah perjalanan hidup Simba melalui rangkaian koreografi yang dikemas dalam teatrikal yang emosional.
Sylvi Panggawean Principal and Artistic Director Premiere School of Ballet mengatakan bahwa pertunjukan itu menghidupkan seni melalui gerak, ekspresi, tatak artistik, hingga permainan cahaya yang menyatu dalam gelaran kolosal.
“Keterlibatan 165 penari dari berbagai kelompok usia juga menjadi nilai lebih yang membuat setiap adegan terasa hidup. Pergantian formasi yang harmonis mampu memenuhi panggung dengan komposisi yang dinamis,” katanya.
Ia menjelaskan, pertunjukan itu membawa pesan untuk mengingatkan bahwa seseorang tidak bisa terus-menerus lari dari tanggung jawabnya, sebagaimana Simba yang akhirnya harus menerima perannya sebagai raja.
Cerita dalam pertunjukan balet itu, kata dia, juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan sahabat menjadi kekuatan yang membantu seseorang bangkit menghadapi masa sulit, sekaligus mengajarkan pentingnya menerima diri sendiri untuk menjadi pribadi yang seutuhnya.
“Kisah ini juga memiliki makna bahwa kebenaran pada akhirnya akan mengalahkan keserakahan dan penindasan, sementara pengkhianatan tidak pernah membawa kebahagiaan,” ucapnya.
Ia mengatakan, pertunjukan seni balet itu tidak hanya mengedepankan teknik, tetapi juga penceritaan dan kreativitas artistik.
Hal itu menurutnya, menunjukkan bahwa balet mampu dikemas secara modern dan tetap relevan bagi penonton dari berbagai usia.
“Sebuah pertunjukan yang bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga menjadi salah satu produksi ballet yang berkesan,” ujarnya.
Seperti diketahui, pertunjukan seni balet di Gedung Cak Durasim Surabaya itu merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memperingati 25 tahun sekolah balet tersebut. Dalam persembahannya, dimeriahkan oleh ratusan penari dari usia 3 tahun hingga 40 tahun. (ris/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

