Kacang-kacangan dapat menjadi salah satu pilihan makanan bergizi untuk melengkapi pola makan sehari-hari.
Selain kaya protein nabati dan serat, bahan pangan ini mengandung berbagai vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh.
Jenis kacang-kacangan yang umum dikonsumsi antara lain kacang hitam, kacang pinto, kacang lima, hingga kacang garbanzo.
Beragam jenis tersebut juga mengandung mikronutrien seperti kalium, folat, selenium, magnesium, dan zat besi.
Mengutip dari laman Health, konsumsi kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat karena membantu mendukung kesehatan jantung dan sistem pencernaan.
Berikut sejumlah manfaat kacang-kacangan bagi tubuh:
1. Menjaga kesehatan jantung
Kacang-kacangan dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sumber protein hewani, seperti daging merah.
Asupan lemak jenuh yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, kacang-kacangan menyediakan kombinasi serat, kalium, dan senyawa tumbuhan yang dapat mendukung kesehatan jantung.
Sejumlah penelitian juga menemukan konsumsi sekitar satu cangkir kacang-kacangan setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit arteri koroner, stroke, dan serangan jantung.
Kandungan saponin dalam kacang-kacangan juga disebut dapat membantu tubuh mengelola kolesterol. Sementara itu, serat di dalamnya berperan dalam membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
2. Membantu melancarkan buang air besar
Kandungan serat yang tinggi membuat kacang-kacangan bermanfaat bagi sistem pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu mencegah sembelit dan menjaga buang air besar tetap teratur.
Kacang-kacangan juga mengandung serat larut yang dapat memperlambat proses pencernaan. Hal tersebut membuat serat larut berperan dalam membantu mengatur konsistensi dan frekuensi buang air besar.
Selain serat, kacang-kacangan mengandung pati resisten yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus. Pati tersebut kemudian difermentasi di usus besar dan dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus.
Proses tersebut menghasilkan manfaat bagi mikrobiota usus dan turut mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.
3. Membantu mengontrol gula darah
Kombinasi protein, serat, dan pati resisten dalam kacang-kacangan dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga berpotensi membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.
Kacang-kacangan juga umumnya memiliki indeks glikemik rendah. Artinya, makanan tersebut cenderung menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang lebih lambat dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi.
Selain itu, kacang-kacangan mengandung magnesium. Mineral ini memiliki peran dalam berbagai proses metabolisme tubuh, termasuk yang berkaitan dengan pengaturan kadar gula darah.
4. Memenuhi kebutuhan zat besi
Bagi orang yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan, kacang-kacangan dapat menjadi salah satu sumber zat besi dari tumbuhan.
Setiap setengah cangkir kacang-kacangan disebut mengandung sekitar 2 miligram zat besi atau sekitar 11 persen dari nilai harian.
Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan sejumlah masalah, seperti kelelahan, gangguan pada saluran pencernaan, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Agar penyerapan zat besi dari sumber nabati lebih optimal, kacang-kacangan dapat dikombinasikan dengan makanan yang kaya vitamin C, seperti paprika, brokoli, dan kentang.
Dengan kandungan protein, serat, vitamin, serta mineralnya, kacang-kacangan dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan seimbang. Namun, manfaat tersebut tetap perlu didukung dengan variasi makanan bergizi dan pola hidup sehat secara keseluruhan. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

