Inovasi ini memberikan pengalaman visual berbeda tanpa meninggalkan karakter utama tari Gandrung sebagai identitas budaya Banyuwangi.
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, perubahan konsep tersebut merupakan upaya menghadirkan seni tradisi dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda. Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar Ipuk dalam keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).
Memasuki penyelenggaraan tahun ke-14, Gandrung Sewu menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi pertunjukan.
Teknologi digunakan untuk memperkuat daya tarik visual, sementara nilai tradisi tetap menjadi fondasi utama pementasan.
NOW ON AIR SSFM 100

