Justin Bieber tampil sebagai headliner di panggung utama Coachella Valley Music and Arts Festival 2026 yang digelar di Empire Polo Club pada Sabtu (11/4/2026) malam waktu setempat.
Penampilan ini menjadi salah satu momen paling dinanti, sekaligus menandai konser besar Bieber setelah melalui sejumlah fase penting dalam karier dan kehidupan pribadinya.
Di hadapan ribuan penonton di Indio, Justin Bieber membuka pertunjukan dengan konsep minimalis namun emosional. Ia tampil mengenakan hoodie yang menutupi sebagian wajahnya, membawakan lagu-lagu dari album terbarunya, “Swag” (2025) dan “Swag II”. Lagu “All I Can Take” dipilih sebagai pembuka, disusul “Speed Demon”, “First Place”, dan “Go Baby”.
“Wow wow wow, bisa sedekat ini dengan kalian semua, ini luar biasa. Ini adalah malam yang sudah lama saya impikan,” ujar Bieber kepada penonton, seperti dikutip The Hollywood Reporter.
Memasuki bagian berikutnya, Bieber mengubah suasana menjadi lebih santai dengan melepas hoodie dan tampil hanya dengan kaus. Nuansa intim tersebut diperkuat saat ia menghadirkan The Kid Laroi sebagai tamu kejutan untuk membawakan lagu hit mereka, “Stay”.
Salah satu momen paling menarik terjadi saat Bieber mengajak penonton bernostalgia melalui konsep tak biasa: karaoke berbasis YouTube. Ia membuka laptop di atas panggung, menampilkan video-video lama dan menyanyikan kembali potongan lagu seperti “Baby”, “Beauty and a Beat”, “Never Say Never”, hingga “Confident”.
“Malam ini sangat spesial, tapi kita harus membawa kalian dalam sebuah perjalanan,” kata Bieber sebelum mengetik judul lagu “Baby” di layar, yang langsung disambut riuh penonton.
Dilansir dari Antara, visual yang ditampilkan memperlihatkan Bieber versi muda berdampingan dengan dirinya saat ini, menciptakan kontras emosional perjalanan kariernya. Meski sederhana, konsep tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri di tengah dominasi produksi panggung megah di festival tersebut.
Tak hanya musik, Bieber juga menyelipkan sejumlah klip personal, mulai dari insiden konyol hingga momen interaksinya dengan paparazzi. Ia bahkan sempat bercanda menyebut dirinya “tersesat di dunia internet yang gelap” sebelum kembali melanjutkan penampilan dengan lagu “Yukon”.
Menjelang akhir konser, Bieber menghadirkan sejumlah kolaborator lintas genre. Dijon tampil dalam lagu “Devotion”, diikuti Tems lewat duet “I Think You’re Special”, serta Wizkid yang membawakan “Essence”.
Pertunjukan ditutup dengan lagu “Daisies” bersama Mk.gee, yang juga terlibat dalam proses produksi lagu tersebut. Dentuman kembang api menjadi penutup, sebelum Bieber menyampaikan rasa cintanya kepada penonton dan meninggalkan panggung.
Berbeda dengan penampilan megah artis lain seperti Sabrina Carpenter sehari sebelumnya, konsep panggung Bieber justru tampil sederhana. Ia nyaris tanpa penari latar, properti kompleks, atau pergantian kostum, menekankan kekuatan musik dan interaksi langsung dengan penonton.
Penampilan ini juga menjadi refleksi perjalanan Bieber dalam beberapa tahun terakhir. Ia sempat membatalkan tur dunia karena masalah kesehatan, menjual katalog musiknya, menjadi ayah, serta berpisah dari manajer lamanya, Scooter Braun.
Pada 2025, Bieber merilis album “Swag” dan versi deluxe “Swag II”, yang sukses besar hingga meraih nominasi Album of the Year di Grammy Awards.
Justin Bieber dijadwalkan kembali tampil sebagai headliner Coachella 2026 pada pekan berikutnya, menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon pop paling berpengaruh saat ini. (ant/mar/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
