Kunyit tak hanya dikenal sebagai rempah untuk memberikan warna kuning dan rasa pada masakan. Kandungan kurkumin di dalamnya disebut memiliki sejumlah manfaat yang dapat membantu menjaga kesehatan usus.
Kristen Lorenz, RD, Ahli Gizi Terdaftar mengatakan, kunyit merupakan salah satu rempah yang memiliki kandungan bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah kurkumin yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi.
“Kurkumin membantu melindungi lapisan usus dengan mengurangi peradangan,” kata Lorenz dalam siaran Real Simple, seperti dilansir Antara, Kamis (17/9/2026).
Menurut Lorenz, efek anti-inflamasi kurkumin juga dapat membantu mengurangi risiko kondisi yang berkaitan dengan peradangan pada sistem pencernaan, termasuk penyakit radang usus atau inflammatory bowel disease (IBD) dan sindrom usus bocor.
Selain membantu mengurangi peradangan, kunyit disebut dapat memberikan manfaat bagi mikrobioma usus. Kunyit mendorong pertumbuhan bakteri baik seperti Bifidobacterium dan Lactobacillus, sekaligus membantu menghambat patogen yang berbahaya.
Keseimbangan bakteri tersebut penting untuk mendukung proses pencernaan, penyerapan nutrisi, serta pengaturan sistem kekebalan tubuh.
Mikrobioma usus yang seimbang juga berkaitan dengan kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan dan dapat membantu mengurangi risiko gangguan yang berkaitan dengan peradangan usus.
Manfaat lain kunyit berasal dari kemampuannya merangsang produksi empedu. Empedu merupakan cairan yang diproduksi hati dan berperan penting dalam proses pencernaan lemak.
“Empedu sangat penting untuk memecah lemak dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yang meliputi vitamin A, D, E, dan K,” ujar Lorenz.
Peningkatan aliran empedu juga dapat membantu mendukung mikrobioma yang sehat dengan mengurangi bakteri berbahaya di usus kecil serta membantu proses pencernaan.
Meski demikian, Lorenz menekankan kunyit tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah besar untuk mendapatkan manfaatnya. Penggunaan dalam jumlah kecil sebagai bagian dari makanan sehari-hari dapat memberikan manfaat secara kumulatif.
Kesehatan usus sendiri tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Asupan serat, kecukupan cairan, pengelolaan stres, serta keberagaman makanan dalam pola makan juga berperan penting.
Kunyit dapat menjadi salah satu pelengkap pola makan yang mendukung kesehatan usus, terutama jika dikombinasikan dengan kebiasaan lain seperti mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik, mencukupi kebutuhan serat, serta membatasi makanan olahan.
Kunyit dapat ditambahkan ke berbagai makanan dan minuman. Salah satunya dengan mencampurkannya ke dalam smoothie bersama buah-buahan seperti mangga dan pisang.
Kefir yang kaya probiotik juga dapat ditambahkan ke dalam smoothie tersebut. Sementara itu, lada hitam dapat digunakan sebagai pelengkap karena dapat membantu penyerapan senyawa dari kunyit.
Bagi yang menyukai minuman hangat, kunyit juga dapat diolah menjadi teh.
Kunyit juga bisa digunakan dalam nasi goreng untuk memberikan warna kuning keemasan dan rasa khas. Selain itu, rempah tersebut dapat ditambahkan ke telur orak-arik, quiche, maupun omelet.
Penambahan ini akan memberikan manfaat anti-inflamasi dan baik untuk pencernaan, sehingga memudahkan kita memulai pagi dengan baik. Jika lebih suka omelet, cukup kocok telur dengan kunyit dan masak seperti biasa.
Dengan demikian, kunyit tidak harus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Penggunaan sebagai bumbu dalam menu sehari-hari dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambahkan rempah tersebut ke dalam pola makan.(ant/fia/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

