Senin, 28 September 2026

Labuan Bajo Bertumbuh, Aktivitas Wisata di Darat Mulai Berkembang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mengabadikan momen di pos 5 puncak dari Pulau Padar, di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (23/05/2025).Foto: Antara

Perkembangan pariwisata di Labuan Bajo mulai mengubah aktivitas wisata di dalam kota. Destinasi yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo dan wisata bahari itu kini mulai menawarkan lebih banyak pilihan kegiatan di darat.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin beragamnya fasilitas dan pelaku usaha yang hadir, mulai dari kuliner, retail, hiburan, wellness, hingga ruang publik.

Pertumbuhan berbagai aktivitas itu melengkapi pengalaman wisatawan yang sebelumnya lebih banyak berpusat pada perjalanan laut dan destinasi kepulauan di sekitar Labuan Bajo.

Salah satu perkembangan tersebut terlihat di kawasan Mawatu. Menjelang soft opening pada 16 Oktober 2026, kawasan itu tengah mempersiapkan lebih dari 50 tenant yang bergerak di bidang retail dan food and beverage (F&B).

Jonathan Budiman Head of Strategic Marketing Vasanta Group mengatakan, perkembangan ini menjadi bagian dari perubahan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo.

“Selama ini wisata laut Labuan Bajo sudah berkembang kuat, sementara wisata darat masih memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan,” kata Jonathan.

Salah satu kawasan wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Istimewa

Menurutnya, perkembangan aktivitas di darat menunjukkan pertumbuhan Labuan Bajo tidak hanya berkaitan dengan jumlah wisatawan, tetapi juga ketersediaan ruang dan pilihan aktivitas selama berada di kota.

Bagi wisatawan, semakin beragamnya aktivitas di darat memberikan alternatif kegiatan di luar wisata bahari.

Sementara bagi pelaku usaha, pertumbuhan pariwisata membuka peluang hadirnya lebih banyak produk dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan wisatawan maupun masyarakat.

“(Pelaku usaha) dapat memberi lebih banyak alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi Labuan Bajo serta Flores,” tutur Jonathan. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
28o
Kurs