Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia perlu dibarengi etika saat menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Mulai saat antre, proses mengisi daya, hingga waktu kendaraan selesai dicas.
Arwani Hidayat Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi) mengatakan, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik perlu dibarengi budaya tertib di fasilitas pengisian daya.
“Infrastruktur pengisian daya yang terus bertambah tidak akan berdampak maksimal jika tidak dibarengi dengan budaya pengguna yang tertib. Koleksi secara proaktif merilis panduan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dari akar rumput,” kata Arwani dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026) yang dikutip Antara.
Menurut Arwani, panduan etika penggunaan SPKLU menekankan pentingnya toleransi, komunikasi, dan efisiensi bersama. Sebelum mengisi daya, pengguna disarankan memantau ketersediaan mesin dan status port melalui aplikasi penyedia layanan, seperti PLN Mobile.
Jika tersedia sistem antrean, pengguna perlu memindai barcode atau QR Code untuk memperoleh nomor urut digital. Tapi, jika sistem antrean belum tersedia, urutan pengisian berlaku berdasarkan kendaraan yang lebih dulu tiba di area tunggu.

NOW ON AIR SSFM 100

