Sabtu, 7 Maret 2026

Penderita GERD Wajib Tahu, Ini Cara Mengatasinya Menurut Ahli

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi penyakit GERD. Foto: freepik

Menurut pakar, GERD dapat sembuh jika mengurangi faktor risiko penyebabnya dan melakukan pengobatan sampai tuntas.

“Obatinya tadi menghilangkan gejala juga komplikasi, gaya hidup, kalau dia merokok stop merokok, kalau dia (minum) alkohol juga stop, berat badan penting untuk diturunkan, kemudian diet rendah lemak, Jadi ini memang mesti diturunkan,” kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH uru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa GERD tetap dapat disembuhkan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, menurunkan berat badan agar tidak obesitas, tidur cukup, dan mengelola stres.

Menurut penelitian yang telah ia lakukan sebelumnya, rata-rata penderita GERD merupakan pria dengan kebiasaan merokok, obesitas, dan usia di atas 40 tahun.

Meskipun demikian, merujuk pada pola hidup sekarang ini, banyak anak-anak yang mengalami GERD karena pola makan yang tidak sehat, paparan makanan yang mengandung keju dan coklat sejak bayi, serta kebiasaan tidur setelah makan juga menjadi pemicu.

“Makan coklat keju yang berlebihan sejak kecil, kemudian juga kebiasaan makan langsung tidur gitu. Dan sekarang cenderung anak-anak ini juga kurang bergerak karena gadget, kurangin gadget jadi artinya mereka harus sering di playground,” tandasnya.

Indikasi parahnya penyakit GERD dapat dilihat dengan melakukan endoskopi untuk melihat seberapa parah luka pada usus dan melihat gap katup lambung yang menahan cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Biasanya pasien yang menderita GERD sering merasakan nyeri dada dan ulu hati, rasa terbakar di dada, dan muntah berulang. Jika memang memiliki keluhan seperti ini, maka dianjurkan untuk melakukan endoskopi untuk melihat kemungkinan GERD.

Selain endoskopi, GERD dapat disembuhkan dengan meminum obat penekan asam lambung seperti obat baru golongan P-CAB Vonoparazan, Tegoprazan dan Fexuprazan yang menjadi harapan penderita GERD karena bakteri helicobacter pylori.

“Sekarang ini sudah eranya P-CAB, Jadi melihat bahwa memang akhirnya karena kita 20 persen pasien-pasien yang diobatin dengan obat yang sebelumnya itu gagal, Jadi ini menjadi harapan buat penderita GERD ada obat baru,” harapnya.

Ia juga menambahkan GERD dapat dikurangi dengan melakukan puasa intermiten, dan menjaga asupan protein.(ant/mar/wld/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 7 Maret 2026
25o
Kurs