Minggu, 8 November 2026

Perubahan Kebiasaan Konsumen Mendorong Inovasi Industri Pangan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
ilustrasi seseorang yang membeli daging ayam di supermarket. Foto: iStock

Perubahan gaya hidup masyarakat turut memengaruhi perkembangan industri pangan, terutama kebutuhan terhadap makanan yang praktis dan mudah diperoleh.

Kondisi ini mendorong pelaku industri menyesuaikan pola penyediaan dan distribusi bahan pangan mengikuti perubahan permintaan konsumen.

Salah satu sektor yang terdampak adalah industri daging ayam, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan baku industri makanan olahan.

Lukman I. Marpaung dari Ladang Pangan Indonesia mengatakan, harga dan ketersediaan pasokan masih menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.

“Tidak semua orang itu bisa makan ayam, entah karena harganya mahal atau karena keterbatasan pasokan,” ujar Lukman, Minggu (8/11/2026).

Menurut Lukman, pemanfaatan teknologi digital dan distribusi langsung dari peternak kepada konsumen menjadi salah satu alternatif untuk menyederhanakan rantai pasok pangan.

Selain itu, kebutuhan industri pengolahan turut mendorong diversifikasi pemanfaatan daging ayam, termasuk sebagai bahan baku Mechanically Deboned Meat (MDM) untuk produk seperti pentol.

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam perkembangan industri pangan ke depan.

Salah satu kebutuhan yang mulai diperhatikan adalah produk siap olah atau ready-to-cook, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kepraktisan dalam menyiapkan makanan. (saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
30o
Kurs