Minggu, 1 Februari 2026

Seberapa Lama Kafein Bertahan dalam Tubuh dan Efeknya Bagi Kesehatan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kopi dapat meningkatkan energi, mendukung kesehatan jantung hingga menurunkan risiko diabetes. Foto: Getty Images

Kafein, salah satu stimulan paling populer di dunia, dapat bertahan dalam tubuh hingga sepuluh jam setelah dikonsumsi. Efeknya sangat dipengaruhi oleh jenis minuman, jumlah kafein yang dikonsumsi, serta kondisi fisik masing-masing individu.

“Kadar kafein puncak terlihat antara 15 menit hingga dua jam setelah dikonsumsi, tergantung pada penyerapan dan reaksi individu,” kata Kelly Jones ahli diet olahraga bersertifikat dilansir dari laman Health.

Waktu puncak ini juga dapat berbeda jika kafein dikonsumsi bersamaan dengan makanan.

Pada orang sehat, waktu paruh kafein sekitar lima jam. Artinya, dibutuhkan sekitar lima jam bagi tubuh untuk memetabolisme 50 persen kafein yang dikonsumsi.

Namun, faktor seperti usia, jenis kelamin, status kehamilan, obesitas, dan kebiasaan merokok dapat memengaruhi metabolisme kafein.

Variasi genetik pada enzim hati juga membuat beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein dibanding yang lain.

Kopi biasanya mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh. Latte double shot, misalnya, memberikan dosis kafein lebih besar daripada secangkir teh hijau, sehingga efek energinya terasa lebih kuat.

Secangkir teh hijau rata-rata mengandung 28 mg kafein, sedangkan teh hitam sekitar 47 mg. Teh juga mengandung L-theanine, asam amino yang membantu menenangkan sistem saraf pusat, sehingga energi dari teh terasa lebih lembut dan menenangkan dibanding kopi.

Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, pilihan terbaik adalah teh herbal bebas kafein seperti peppermint atau chamomile, yang tetap memberi rasa hangat tanpa efek stimulan.

Batas Aman Konsumsi Kafein

Mengonsumsi terlalu banyak kafein dapat menimbulkan efek samping, seperti:
– Kecemasan
– Detak jantung cepat
– Gelisah
– Kesulitan tidur

Rekomendasi untuk orang dewasa:
– Batasi konsumsi kafein hingga 400 mg per hari.
– Bagi orang sensitif, cukup konsumsi satu atau dua cangkir kopi/teh berkafein.
– Hindari minum minuman berkafein menjelang tidur, karena efeknya bertahan lama dalam tubuh.

Dengan memahami kandungan kafein dan efeknya, Anda bisa menikmati kopi atau teh dengan lebih bijak, tetap waspada terhadap sensasi energi berlebih, dan menjaga kualitas tidur. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 1 Februari 2026
31o
Kurs