Sabtu, 8 Agustus 2026

Pemeriksaan Tes Narkoba Untuk Calon Kepala Daerah Diperketat

Laporan oleh Bruriy Susanto
Bagikan

Tjahyo Kumolo Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menegaskan, bahwa semua kepala daerah harus bebas narkoba sehingga pejabatnya harus terus diperiksa untuk membuktikan apakah sebagai pengguna atau tidak.

“Pemeriksan bukan hanya sebelum gubernur atau wali kota/ bupati dilantik, tetapi setelah menjabat,” kata Tjahyo Kumolo, seperti dilansir Antara, Jumat (1/4/2016).

Menurut dia, kasus Bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi, dan kepala daerah lainnya yang ditangkap karena mengonsumsi narkoba diharapkan jangan terulang lagi.

Sebab, berdasarkan data pengguna narkoba terus naik di Indonesia seperti di Sumatera Utara yang sudah mencapai angka 400.000 orang lebih.

“Kondisi itu mengkhawatirkan sehingga harus diatasi secara maksimal, dan menjadi tanggung jawab semua kalangan,” ujar dia.

Apalagi, kata Tjahyo Kumolo, pemerintah memiliki keterbatasan dana untuk menyediakan anggaran rehabilitasi pengguna narkoba. Maka para pengguna narkoba itu tidak boleh ditahan, tetapi harus direhabilitasi.

Namun, ia menimpali, untuk aparatur negara yang terlibat narkoba harus segera ditindak. “Kemarin saya diprotes karena memberhentikan kepala daerah. Namun, itu harus dilakukan karena yang bersangkutan telah melanggar undang-undang,” katanya.

Selain memperketat pengawasan terhadap aparatur negara, Tjahjo menambahkan, pengujian juga semakin di kembangkan seperti tes atau pengujian rambut. (ant/bry/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2026
30o
Kurs