Meski krisis subprime mortgage di Amerika masih terus berlangsung, investasi syariah tidak terpengaruh. Bahkan jumlah nasabah yang berinvestasi makin naik hingga 10%.
Drs.ASYARI SUPARMIN Manajer Asuransi Takaful Keluarga pada suarasurabaya.net, Selasa (21/08), mengatakan, memang pengaruh dari subprime mortgage terjadi pada awal krisis tapi itu tidak signifikan.
Malahan sejak kemarin, kata ASYARI, investasi syariah normal kembali dengan return investasi lebih tinggi. “Berdasarkan hasil analisis manajer investasi, krisis subprime mortgage tidak akan lama. Kita sendiri menggunakan 3 manajer investasi seperti Trimegah Sekuritas dan PNM Sekuritas,”ujarnya.
ASYARI menegaskan unit link di asuransi syariah jika dibandingkan unit link konvensional relatif lebih stabil. Ini disebabkan jenis investasinya tidak terpengaruh bunga langsung atau kurs dolar.
Volume unit link di Asuransi Takaful, menurut ASYARI, selama 2007 ini tumbuh jadi Rp 2 milyar. Padahal tahun 2006 periode yang sama hanya Rp 600 juta. Akumulasi total volume unit link hingga saat ini mencapai Rp 14 milyar.
“Premi retail unit link asuransi sebesar 50% dari total premi senilai Rp 3,5 milyar. Ditargetkan sampai akhir 2007 sebesar Rp 4 milyar. Untuk asuransi keluarga yang paling diminati yakni unit link dan pendidikan. Sementara korporasi fokus ke kesehatan,”pungkasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

