Sabtu, 17 Oktober 2026
Sampai Akhir 2007

Operator Genjot Pertumbuhan Pelanggan

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Memasuki semester I/2007, operator selular terus menggenjot pertumbuhan pelanggan. Ini dilakukan dengan meningkatkan cakupan jaringan dan kapasitas, meluncurkan produk inovatif serta meningkatkan kebutuhan belanja modal.

Seperti yang dilakukan XL dan Bakri Telecom. Dalam laporan kinerja yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (17/08), sejak 30 Juni 2007, XL memiliki 9000 BTS di seluruh Indonesia dengan jangkauan 85% penduduk. Untuk meningkatkan cakupan jaringan dan kapasitas tersebut, XL membelanjakan belanja modal sebesar Rp 2,9 trilyun selama semester I/2007. Ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 2,3 trilyun.

Untuk gross revenue, kata HASNUL SUHAIMI Presiden Direktur XL, naik 28% dari Rp 2,9 trilyun pada 2006 menjadi Rp 3,7 trilyun pada semester I/2007. Dengan program yang diluncurkan, jumlah pelanggan meningkat 22% dari 8,4 juta pelanggan pada semester I/2006 menjadi 10,2 juta pelanggan pada semester I/2007. ARPU juga meningkat dari Rp 43 ribu pada 2006 menjadi Rp 46 ribu di semester I/2007.

Sementara kinerja Bakri Telecom –operator Esia— sampai semester I/2007 menunjukkan hal yang sama. Ini tercermin dalam pencapaian penerimaan perusahaan dan pertumbuhan jumlah pelanggan.

JASTIRO ABI Direktur Keuangan Bakri Telecom mengatakan pihaknya menargetkan pelanggan di akhir 2007 mencapai 3,6 juta pelanggan. Ini dari dari perolehan pelanggan sampai semester I/2007 yakni 2,246 juta.

“Untuk target pelanggan di akhir 2007, 3,1 juta pelanggan diperoleh dari wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan 500 ribu diantaranya dari 17 kota di Indonesia yang akan segera dibuka tahun ini,”ujarnya.

Guna memenuhi kebutuhan belanja modal Perseroan pada 2007 ini, selain menerbitkan obligasi rupiah, Bakrie Telecom mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi dari Credit Suisse sebesar US$145 juta dengan tingkat bunga sebesar LIBOR+4% per tahun dan fasilitas vendor financing sebesar US$125 juta.

“Dengan penerbitan obligasi yang telah di-upsizing hingga Rp 650 milyar, berarti Bakrie Telecom telah memenuhi kebutuhan belanja modal (Capex) 2007 yang mencapai US$220 juta,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
35o
Kurs