Masyarakat di Kecamatan Campur Darat-Tulungagung yang bekerja sebagai penambang atau pengrajin marmer, mulai berkurang. Hal ini karena bahan baku marmer mulai berkurang. Kalaupun ada kualitasnya sangat rendah.
Dilaporkan MAYA reporter DSS Trenggalek pada Jaring radio Suara Surabaya, rabu(15/08), SUDIGDO PRASETYO Kasubdin Kimia dan Argo Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Tulungagung mengatakan, pengrajin dan industri marmer tidak hanya dihadapkan pada persoalan bahan baku. Tapi juga sulitnya mencari bahan baku.
Langkah Disperindag untuk mempertahankan marmer sebagai produk unggulan adalah meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia), melakukan perbaikan desain dan mempunyai inovasi terbaru dalam mengelola batu marmer.
Disperindag juga akan memberikan pelatihan tekhnologi baru, mengajak pengarajin dan industri lain untuk mulai melirik sumber daya alam lain yang berupa batu Anoseid.(tys/edy)
NOW ON AIR SSFM 100

