Sabtu, 17 Oktober 2026
Penolakan Ekspor Perikanan

Pengaruhi Kinerja Neraca Perdagangan Jatim

Laporan oleh Yuyun Dwi Puspitasari
Bagikan

Penolakan China pada ekspor ikan Indonesia mempengaruhi neraca perdagangan Jawa Timur.

Ir CIPTO BUDIONO Kepala Disperindag Jawa Timur mengatakan pada MARTHA reporter Suara Suarabaya, Selasa (14/08), meski jumahnya kecil, tapi larangan yang diberlakukan China ini tetap berpengaruh pada kinerja ekspor Jatim ke China, {clip*1}.

Sejak tahun 2004-2006 neraca perdagangan Jatim dengan China masih defisit. Tahun 2004, neraca perdagangan defisit sebesar US$ 377 juta. Tahun 2005, defisit mencapai US$ 485 juta. Dan tahun 2006, defisit sebesar US$ 377. Sementara di tahun 2007 hingga bulan Juli lalu, telah terhitung defisit sebesar US$ 295 juta.

Khusus untuk perikanan, ekspor udang masih mendominasi. Ekspor udang dari Jatim ke China, di tahun 2006 tercatat senilai US$ 362 juta, dengan pertumbuhan ekspor sekitar 13,3%.

Untuk kepiting dan kerang, ekspor sebesar US$ 57 juta dengan pertumbuhan 21,5%. Namun demikian, share hanya 1 %. Ikan air tawar turun 28% dengan nilai US$ 42,8 juta dan ikan tongkol naik US$ 14,2 juta.

Pemerintah Indonesia dan China akan segera bertemu untuk membicarakan hasil transparansi hasil pengujian ikan. Kata CIPTO, harus ada harmonisasi standar yang ternotifikasi antara Pemerintah Indonesia – China dalam penentuan standar ikan yang boleh diekspor. (yyn/ipg)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
35o
Kurs