Guna meningkatkan ekspor buah-buahan segar Indonesia ke kawasan Uni Eropa (UE), saat ini dibentuk Fruit Export Development Center (FEDC) atau Pusat Pengembangan Ekspor Buah Segar. Ini disampaikan YUNI SARASWATI Senior Executive ECONIC (Perkumpulan Ekonom Indonesia-Jerman) dalam seminar Pengembangan Ekspor Jawa Timur ke Eropa, di Hotel Shangri-La, Selasa (14/08).
YUNI menjelaskan pembentukan FEDC merupakan satu diantara bantuan UE dalam meningkatkan neraca perdagangan ke dua negara. Dengan cara ini, diharapkan eksportir buah dalam negeri dapat mengetahui pasar komoditi ini di sana.
Sejak bergabungnya negara-negara eropa menjadi UE, yakni sebanyak 27 negara, potensi ekspor ke sana semakin tinggi terutama untuk produk-produk pertanian. “Kawasan Uni Eropa saat ini semakin banyak membutuhkan produk-produk pertanian seperti buah-buahan segar,” katanya.
Kebutuhan buah-buahan segar yang meningkat, kata YUNI, dipicu banyaknya imigran yang masuk ke sana . Ini karena standar hidupnya yang mulai tinggi. Saat ini, perdapatan perkapita masyarakatnya sudah mencapai 20 ribu euro per tahun. Berbeda jauh dengan Indonesia yang masih 3.900 dollar AS.
Selain dapat melihat pasar, FEDC dapat dijadikan cara untuk melihat kendala-kendala apa yang akan mereka dihadapi. Apalagi sekarang keinginan masyarakat eropa semakin beragam.
”Keinginan mereka diantaranya, tidak lagi mau menggunakan produk pertanian yang masih menggunakan rekayasa genetik. Termasuk produk pertanian yang menggunakan pestisida, tidak lagi mereka gunakan. Masyarakat yang berjumlah hingga 495 juta tersebut juga menekankan pada eco labeling serta social labeling,”pungkasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

