Eksportir ikan beku asal Muncar Banyuwangi terancam gulung tikar. Hal ini menyusul adanya embargo dari China terhadap produk ikan asal Indonesia.
Akibat embargo ini, kini terdapat sedikitnya 600 ton ikan beku jenis layur dan cumi-cumi siap kirim, yang terpaksa digudangkan. Kondisi ini dialami oleh PT Sumber Yala Samudera satu diantara produsen ikan beku di Muncar.
Sebelumnya, PT Sumber Yala Samudera melayani pengiriman ke China, Korea dan Australia mulai kehilangan pasar. Akibatnya PT Sumber Yala Samudera menderita kerugian sebesar Rp 5 milyar.
DAVID WIJAYA Pemilik PT Sumber Yala Samudera seperti dilaporkan RENDY reporter Radio Mandala Banyuwangi dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Rabu (08/08), mengatakan, akibat embargo tersebut tidak hanya pengusaha, tapi juga masyarakat dan ekonomi nasional juga terkena imbasnya.
DAVID menyesalkan hal itu, mengingat embargo diberlakukan China setelah BB POM mengeluarkan public warning produk makanan China mengandung formalin . Seharusnya BB POM tidak tergesa-gesa mengklaim beberapa produk China yang mengandung formalin. Apalagi setelah dibuktikan di laboratorium, ternyata tidak terbukti. (tys/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

