Sabtu, 17 Oktober 2026

Akibat Embargo Seafood, Eskportir Ikan Terpukul

Laporan oleh Yuyun Dwi Puspitasari
Bagikan

Terkait embargo seafood Indonesia oleh China, eksportir perikanan Indonesia terpukul, nelayan masih belum terdampak.
OKI LUKITO Sekretaris Dewan Maritim Jatim pada pada Suara Surabaya, Senin (06/08), mengatakan terpukulnya eksportir diakibatkan oleh keputusan yang cepat tanpa peringatan pada eksportir kapal ikan.

Kapal ikan terlanjur singgah di pelabuhan China, tetapi ikan tidak bisa diterima karena telah diembargo China 3 Agustus lalu. Tentunya hal ini mengakibatkan kerugian besar pada pihak eksportir ikan karena ikan mengalami penurunan kualitas.

Sementara itu, kaum nelayan dan petambak belum merasakan dampak langsung embargo China. Hanya, dikhawatirkan jika permasalahan embargo tak segera teratasi bukan tidak mungkin nelayan atau petambak udang segera merasakan dampaknya. Hampir semua daerah utara Jatim seperti Kepulauan Sumenep, Sidoarjo, Pasuruan, Banyuwangi merupakan daerah pengekspor ikan.

Apalagi, selama ini Kota Rusel China merupakan satu diantara 126 negara tujuan ekspor perikanan. Bahkan China berada di urutan pengimpor ikan Indonesia terbesar kedua setelah Amerika.

Ekspor perikanan ke China yang terdiri dari udang, tuna, cakalang, dan rumput laut kering ini mencapai 78.686 ton pada tahun 2006. Tahun 2006 ekspor perikanan Jatim telah mencapai US$ 479 juta atau sebesar 25% dari ekspor nasional.(yyn/ipg)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
30o
Kurs