Sabtu, 17 Oktober 2026
Medis Ikut Distribusikan

Industri Produk Cosmeceutical Terus Meningkat

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pertumbuhan industri produk cosmeceutical di Indonesia terus meningkat. Ini dipicu kesadaran masyarakat menggunakan produk semakin tinggi dan kalangan medis ikut mendistribusikannya melalui klinik.

Di sela press gathering memperingati HUT ke-11 Miracle Aesthetic Clinic, Rabu (25/07), Dr.JOPY WIKANA VP & Business Development Director Miracle Aesthetic Clinic pada suarasurabaya.net mengatakan ada perbedaan yang mendasar antara produk kosmetik dan cosmeceutical.

“Biasanya perempuan membeli kosmetik seperti bedak, perona bibir, eye shadow untuk berhias diri. Produk itu tidak mengubah struktur dan fungsi sel. Sedangkan cosmeceutical, produk bisa mempengaruhi struktur dan fungsi sel. Jadi tidak hanya produk saja tetapi juga ada terapinya. Umumnya, cosmeceutical lebih banyak didistribusikan di klinik kecantikan melalui dokter,”ujarnya.

Melihat tingginya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan perawatan tubuh mulai rambut hingga ujung kaki, kata JOPY, kalangan dokter terutama yang tergabung dari Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia –beranggotakan 400 orang– selalu update pengetahuan tentang produk yang berkembang di dunia. Ini juga menghindari terjadinya mal praktek.

Produk cosmeceutical, ungkap JOPY, saat ini sudah bisa diproduksi dalam negeri. Pabriknya cukup banyak mulai di Rungkut hingga Tangerang.

Selain produk cosmeceutical yang kian digemari masyarakat, saat ini trend produk anti aging tumbuh pesat. Bahkan bagi pabrik-pabrik di negara maju, produk tersebut bisa menghasilkan trilyunan rupiah.

Di Indonesia, produk anti aging kondisinya hampir sama. Produk ini bisa untuk perawatan luar atau dalam bentuk diminum. “Saat ini orang ingin terlihat awet muda pada fisiknya dan organ di dalam tubuh tetap sehat dengan mengkonsumsi produk anti aging yang diminum,”kata JOPY.

Pertumbuhan industri produk, tambah JOPY, juga mendorong munculnya klinik-klinik baru terutama di Surabaya. Dampaknya, persaingan bisnis kian ketat.

“Selama 11 tahun, pertumbuhan bisnis Miracle di kisaran 20%. Saat ini jumlah member aktif 6000 orang dan customer aktif 2000 orang. Jumlah gerai yang kita miliki 8 ditambah 1 gerai baru,”pungkasnya. (tin)

Teks foto :
– Dr.JOPY WIKANA
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
28o
Kurs