Minggu, 18 Oktober 2026
Perang Tarif Antar Operator

Cenderung Membunuh Industri Telekomunikasi

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Industri telekomunikasi selular perlu memikirkan cara untuk menghentikan persaingan usaha yang cenderung saat ini tidak sehat. Persaingan usaha perlu didorong pada persaingan layanan bukan pada perang tarif. Ini disampaikan HERRY SW Pengamat Industri Selular di Surabaya, Jumat (20/07).

Pada RULLY reporter Suara Surabaya, HERRY mengatakan, persaingan dengan banting harga sekarang ini dianggap tidak sehat pada jangka panjang. Untuk jangka pendek memang akan menguntungkan konsumen.

Tetapi bagi industri telekomunikasi selular akan mati pada masa mendatang. Dengan perang tarif, kata HERRY, pendapatan operator cenderung menurun, investasi terpengaruh dan ujung-ujungnya berimbas pada layanan konsumen. Ini karena kualitas layanan dan investasi berkurang akan makin melorot. Berikut penjelasan HERRY SW, {clip*1}.

HERRY menjelaskan trend perang tarif antar operator selular memang baru terasa dalam beberapa bulan terakhir. Namun sebenarnya sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir.

Menurut HERRY ada beberapa cara untuk mengantisipasi perang tarif tersebut. Mobile Number Portability (MNP), diantara solusinya dan sudah diberlakukan di negara-negara Eropa dan Australia. Cara lain yang bisa dikaji adalah memberlakukan tarif batas atas dan tarif batas bawah. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
28o
Kurs