Sebanyak 1500 anggota Gapeksindo (Gabungan Pengusaha Kontruksi Indonesia) Jawa Timur belum banyak menggunakan perbankan dalam menjalankan bisnisnya. Anggota lebih suka menggunakan modal sendiri.
Di sisi lain, menurut Ir. GATUT PRASETYO MBA IAI Ketua Gapeksindo Jawa Timur, masalah permodalan, jaminan referensi serta proses birokrasi di dunia perbankan adalah bagian kendala yang dihadapi anggota Gapeksindo. Untuk itulah, Gapeksindo melalui business gathering bersama Bank Jatim diharapkan bisa membuka jalur komunikasi antara anggota dengan perbankan. Berikut penjelasan GATUT,{clip*1}.
Untuk tingkat suku bunga perbankan, kata GATUT pada suarasurabaya.net, Selasa (17/07), tidak menjadi masalah bagi pengusaha bidang kontruksi khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah. Terpenting, bagaimana pihak perbankan melayani dengan cepat dan mudah kepada pengusaha.
Seiring dengan pergantian manajemen Bank Jatim dan prioritas pada layanan nasabah bisa dimanfaatkan anggota Gapeksindo. “Produk Bank Jatim yang bisa dimanfaatkan anggota yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Timur adalah standby loan. Kredit ini bisa dicairkan setiap saat, sesuai kebutuhan dan membayar bunga atas sebesar pinjaman yang digunakan saja,”ujarnya.
Pada tahun 2006, sekitar 1200 perusahaan anggota Gapeksindo Jawa Timur, papar GATUT, mendapatkan proyek sekitar Rp 700 milyar-Rp 800 milyar. Dari nilai proyek tersebut, yang layak menggunakan pinjaman perbankan sebagai kerja sekitar 20%-30% atau Rp 150 milyar. Sisanya diperoleh dari termin atau pinjaman kredit supplier.
GATUT menyebut hampir 90% anggota Gapeksindo adalah pengusaha kecil dengan proyek dibawah Rp 1 milyar. Struktur proyek yang dikerjakan anggota, 70% proyek pemerintah dengan dana dari APBN, APBD Pemprop maupun APBD Kabupaten/Kota. Sisanya, proyek swasta.
Pada tahun 2007 ini, GATUT menargetkan proyek yang bisa dikerjakan anggota Gapeksindi Jawa Timur naik 15% dibanding 2006. “Mengingat sebagian besar proyek anggota didanai dari APBD Propinsi dan APBD Kabupaten/Kota, Gapeksindo Jatim memilih Bank Jatim. Karena dana yang disalurkan melalui Bank Jatim dan sudah tahu track record-nya,”pungkasnya. (tin)
Teks foto :
– Ir GATUT PRASETYO MBA, IAI
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

