Realiasi investasi PMA dan PMDN di Jatim sampai November tahun 2006 masih minim. Dari persetujuan investasi PMDN Rp 167 trilyun hanya terealisasi 0,3% atau sekitar Rp 497,3 milyar.
Penanaman Modal Asing (PMA) yang persetujuan investasinya sebesar US$ 13.212 juta hanya terealisasi 2,46% atau senilai US$ 352,5 juta.
Dilaporkan MARTHA reporter Suara Surabaya, Panitia Anggaran DPRD Jatim dalam rapat paripurna, Selasa (17/07), memprihatinkan minimnya realisasi investasi di Jatim. Padahal di Bank Indonesia ada Rp 15,6 trilyun kredit yang tidak terserap.
Di Bank Jatim Loan to Deposit Ratio tahun 2006 hanya terserap 38%. Panggar DPRD Jatim minta Pemprop Jatim untuk membuat terobosan yang lebih serius dan trstruktur untuk meningkatkan investasi.
SOEKARWO Sekdaprop Jatim mengatakan minimnya realisasi investasi tak hanya di Jatim tetapi juga di hampir semua daerah. Dibanding daerah lain investasi di Jatim masih lebih baik.{clip*1}
Diakui SOEKARWO investasi yang masuk di Jatim masih lebih banyak padat modal, yakni sekitar 55% daripada padat karya. Sehingga investasi yang diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran belum bisa diwujudkan.(yyn/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

