Meski baru enam bulan beroperasi, Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna) ternyata diminati banyak pihak. Selain melayani warga masyarakat sekitar pabrik, beberapa kelompok masyarakat daerah di luar Pulau Jawa sudah antre.
“Beberapa kelompok masyarakat dari beberapa daerah di luar Pulau Jawa, sangat antusias dan berminat dengan pelatihan wira usaha agribisnis yang kami miliki. Kami mendapat permintaan dari beberapa daerah di Kalimantan untuk masuk daftar antri,” terang YUDY RIZARD HAKIM Manager Public Relation Sampoerna Indonesia, Kamis (01/03).
Operasional PPK Sampoerna di Desa Gunting, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2006 lalu itu, sebelumnya diawali dengan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat lewat Bina Warga Sejahtera yang diikuti kurang lebih 723 orang.
“Pertanian mendapat prioritas paling besar, karena itu sesuai dengan kondisi alam disekitar sini. Kemudian disusul dengan peternakan. Termasuk penelitian agribisnis serta teknologi kejuruan sudah dilakukan di PPK Sampoerna yang melibatkan 170 warga masyarakat,” ujar ISKHAK MUIN Manager Corporate Social Responsibility PT HM Sampoerna Tbk, Kamis (01/03).
Sejumlah fasilitas untuk pelatihan kewirausahaan berbasis usaha rakyat di PPK Sampoerna, memang cukup menarik untuk diikuti oleh mereka yang siap menjadi enterpreneur didaerahnya masing-masing. Karena memang itulah yang diharapkan atas dibangunnya PPK Sampoerna tersebut.
Usaha pertanian dengan menerapkan Integrated Farming System ini membudidayakan ternak sapi dan kambing. Pembudidayaan sapi misalnya tidak hanya pengelolaan dagingnya saja, tapi kotorannya juga dikelola. “Melalui Urine Fermentation Technology, kami membuat pupuk cair berbahan dasar air kencing sapi,” terang ISKHAK MUIN pada suarasurabaya.net.
PPK Sampoerna juga menyediakan sarana untuk mereka yang ingin menjadi mekanik kendaraan roda dua atau roda empat. Sebuah bangunan
dilengkapi berbagai peralatan perbengkelan yang lumayan lengkap didalamnya diharapkan bisa memberikan pengalaman bermanfaat bagi yang berminat.
Terdapat juga enam petak kolam ikan berisi aneka jenis ikan, serta lahan holtikultura seluas kurang lebih 4 hektare. “Kita juga menyediakan sarana pembibitan. Saat ini, lahan yang dipakai PPK Sampoerna baru 10 hektare dari total lahan 27 hektare. Yang pasti kami terbuka untuk umum,” pungkas ISKHAK MUIN.
Teks foto:
1. Hasil pembibitan ikan di kolam PPK Sampoerna.
2. Menggunakan peralatan pertanian modern.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

