Selasa, 20 Oktober 2026
Dampak Isu Flu Burung

Penjualan Unggas di Wonokromo Menurun

Laporan oleh Akhmad Naziq Fahruddin
Bagikan

Merebaknya isu flu burung penjualan unggas di Surabaya khususnya di Pasar Wonokromo mengalami penurunan rata-rata 30 persen.

Menurut ROSYID (35) penyalur unggas khususnya ayam di Pasar Wonokromo waktu ditemui suarasurabaya.net, Rabu (24/01) mengatakan, penjualan unggas mengalami penurunan, ini menyusul maraknya isu flu burung yang merebak akhir-akhir ini.

Pria yang berdomisili Sidosermo II Blok E Surabaya ini menjelaskan, penurunan omset ini dibuktikan biasanya ia menjual 5 ton unggas per harinya sebelum isu flu burung merebak, kini 3 ton saja yang dapat ia jual.

“Biasanya omset dapat mencapai 5 sampai dengan 10 juta per harinya tapi sekarang hanya 2 sampai 5 juta saja,” ungkap ROSYID disela menunggu unggas dagangannya.

Hal senada juga diungkapkan SOFYAN (71) pedagang unggas yang juga Koordinator Pedagang Unggas di Pasar Wonokromo. Ia mengatakan biasanya ia dapat menjual ayam hidup sekitar 1 ton per harinya kini hanya 8 kwintal.

SOFYAN tidak membantah unggasnya ada yang mati, tetapi tidak disebabkan karena flu burung melainkan karena proses distribusi.

.”Ayam itu mati karena seharusnya satu keranjang ditempati 25 ekor, tapi ditempati 30 ekor, ya mati,” ungkap SOFYAN.

Untuk keperluan pendistribusian unggas biasanya ia datangkan dari daerah, antara lain Malang, Lumajang, Jombang, Pandaan, serta Pare Kediri. SOFYAN menambahkan bahwa unggas dagangannya bebas flu burung karena peternak unggas sendiri juga sudah melakukan penyemprotan, dan kondisi pasar unggas sendiri dijaga kebersihannya.

Sementara itu SUEB (60) pedagang burung di Pasar Burung Bendul Merisi Surabaya juga mengalami penurunan omset penjualannya dengan merebaknya isu flu burung. SUEB mengaku biasanya berhasil menjual burung merpati 20 ekor/harinya kini hanya dapat menjual 2 ekor/hari.

Bahkan saat suarasurabaya.net di pasar burung ini melihat ada orang yang menjual merpatinya pada SUEB tapi SUEB menolak membelinya sembari mengatakan, “Maaf mas lagi sepi, dibawa pulang saja.”

Teks Foto:
1. ROSYID mengeluh omset dagangan unggasnya menurun akibat merebaknya isu flu burung.
2. Ayam-ayam di Pasar Wonokromo Surabaya, saat ini kurang diminati pembeli.
Foto: NAZIQ suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
27o
Kurs