Selasa, 13 Oktober 2026

Pertamina Gas Perluas Pasar Jawa Timur

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Jugi Prajogio, Presiden Direktur PT Pertagas Niaga (berdiri) saat memaparkan kesiapan perusahaanya menyuplai gas di kawasan industri Ngoro, Mojokerto. Foto : Taufik suarasurabaya.net

PT Pertagas Niaga, perusahaan gas milik PT Pertamina Gas, mulai memperluas jaringan penyediaan gas di Jawa Timur. Salah satunya, perusahaan yang bergerak di bidang niaga dan trasportasi gas pipa ini mulai melakukan suplai gas ke kawasan industri Ngoro Industri Park (NIP), Mojokerto.

“Di Jawa Timur kita memiliki pasokan gas sekitar 100 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day), sehingga untuk memenuhi kebutuhan pasar gas kami sangat siap,” kata Jugi Prajogio, Presiden Direktur PT Pertagas Niaga, di sela-sela businnes gathering di NIP, Kamis (12/2/2015).

PT Pertagas Niaga telah menyuplai gas untuk beberapa perusahaan mulai dari kawasan industri di Gresik, dan Sidoarjo, serta terakhir PT Pertagas Niaga akan mulai masuk ke Mojokerto khususnya di NIP.

Jaringan pipa untuk NIP di Ngoro Mojokerto juga telah selesai terbangun sejak akhir 2014 dan saat ini sudah siap mengalirkan gas. Bahkan salah satu perusahaan di NIP saat ini juga telah menjadi pelanggan gas dari PT Pertagas Niaga.

Menurut Jugi, dari 100 MMSCFD gas yang saat ini dimiliki PT Pertagas Niaga di Jawa Timur, setidaknya 90 persennya sudah terserap. Sebanyak 100 MMSCFD gas ini merupakan suplai gas dari Kangean.

“Kontrak yang dari Kangean ini masih sampai tahun 2018, tapi bukan berarti setelah itu berhenti karena kami ada beberapa pasokan lain diantaranya dari PHE (Pertamina Hulu Energi) WMO,” kata dia.

Sementara itu, selain akan menyuplai gas ke perusahaan, PT Pertagas Niaga saat ini juga sedang mengajukan izin untuk mengelola jaringan gas kota atau city gas guna memenuhi kebutuhan Kabupaten Sidoarjo. Untuk saat ini PT Pertagas

Niaga telah melayani city gas bagi tiga kota yaitu Jambi, Sumatera Utara; lantas Prabumulih, Sumatera Selatan; dan Wajo, Sulawesi Selatan.

City gas adalah layanan gas komersial non industri. “Kami sudah meminta pada Menteri ESDM agar Sidoarjo bisa diserahkan ke kami (Pertamina),” ujarnya.

Sementara itu, Agung, manager maintenance di sebuah perusahaan yang ada di NIP menuturkan, selama ini mayoritas perusahaan yang ada di NIP telah berlanggananan gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Dengan adanya rencana suplai gas dari Pertagas Niaga ini, dirinya berharap harga gas bisa jauh lebih murah dengan disertai jaminan ketersediaan gas. “Kami sebenarnya tidak ada masalah dengan PGN, tapi kalau yang dari Pertamina ini lebih murah ya kami mungkin mau beralih,” kata Agung.

Agung mengatakan, perusahaanya tiap bulan membutuhkan pasokan gas sekitar 60 ribu meter kubik dengan harga sekitar Rp200 juta. “Kami mulai langganan dari PGN pada 2011 dengan investasi awal saat itu sekitar Rp1,5 miliar,” kata dia.

Karenanya, Agung berharap ada jaminan investasi awal yang gratis jika memang mereka akan beralih membeli gas ke PT Pertagas Niaga. (fik/rst)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
25o
Kurs