Jumat, 9 Oktober 2026

Harga Solar dan Avtur Turun, Premium Tetap

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi

Pemerintah akhirnya mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III di Istana, Rabu (7/10/2015) sore.

Sudirman Said Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan untuk Premium belum bisa diturunkan harganya. “Premium karena hitungan harga keekonomian masih tetap harus dicapai, maka belum bisa diturunkan.” ujar Sudirman dalam jumpa pers di Istana.

Sedangkan untuk Solar, kata Sudirman, harganya turun Rp 200, dan berlaku tiga hari setelah pengumuman ini.

“Solar turun Rp 200 dari Rp 6900 menjadi Rp 6700 berlaku mulai 3 hari setelah pengumuman ini. Jadi kita kasih kesempatan karena biasanya turun itu memerlukan persiapan logistik.” paparnya.

Dia menjelaskan, untuk Avtur internasional turun 5,53 persen. Sehingga kira-kira turunnya 10 sen per Usg. Kemudian untuk Avtur Domestik turun 1,4% karena Pertamina punya tugas yang memang harus mengcover seluruh bandara di Indonesia, termasuk perintis. Sementara pemain internasional hanya fokus ke bandara besar.

“Disini pertamina memberikan diskon lebih besar untuk internasional, sementara yang domestik 1,4%.” tandasnya.

Sedangkan untuk Elpiji, juga sudah turun sejak 16 September 2015 lalu, dari Rp 141 ribu untuk 12 kg menjadi Rp 134 ribu atau turun 4,72%.

Untuk Pertamax juga sama, turun dari Rp 9250 menjadi Rp 9000. Berlaku sejak 1 Oktober lalu. Pertalite meskipun masih harga diskon tapi pertamina memberikan penurunan harga dari Rp 8400 menjadi Rp 8300 atau turun 1,2%.

“Apabila terjadi efisiensi terus, rupiah membaik, ICP mengalami kestabilan, kita bisa sesuaikan. Karena BBM bukan barang subsidi. Sehingga, tetap akan disesuaikan ke harga keekonomian.

Dalam mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid III ini kata Sudirman, Jokowi presiden menyampaikan pesan 3 hal, diantaranya :
1. Fokus mendorong agar industri bergerak, jadi fungsi hulu di energi.
2. Jangan mengintervensi Badan Usaha. Sehingga kalaupun ada penurunan itu karena ada upaya-upaya efisiensi dan penghematan.
3. Khusus mengenai kebijakan subsidi, Presiden wanti-wanti supaya konsisten menjaga policy ini, artinya tidak boleh kemudian mengorbankan konsistensi dari bagaimana mengalihkan subsidi sektor yang konsumtif ke sektor yang produktif. Dan itu harus dipegang teguh. (faz/rst)


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
30o
Kurs