Jumat, 2 Januari 2026

Jelang Pilkada, Ribuan Masyarakat Jatim Tandatangani Spanduk Jatim Damai

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Aksi Satu Juta Tanda Tangan untuk Jatim Damai di Taman Bungkul, Minggu (24/9/2017) menjelang Pilgub Jatim 2018 mendatang. Foto: Denza Perdana suarasurabaya.net

Warga Kota Surabaya serta dari kota lain di Jatim yang datang ke Taman Bungkul saat car free day, Minggu (24/9/2017), menandatangani spanduk Jatim Damai.

Spanduk yang digelar Aliansi Masyarakat Jawa Timur Cinta Damai ini bagian dari Aksi Satu Juta Tanda Tangan untuk Jatim Damai berkaitan pelaksanaan Pemilihan Gubernur 2018 mendatang.

Hasanuddin Korlap Aksi Satu Juta Tanda Tangan untuk Jatim Damai mengatakan, aliansinya mencatat, ada indikasi potensi konflik yang cukup kuat setiap kali perhelatan ada Pemilu.

“Karena itu kami dari Aliansi Masyarakat Jawa Timur Cinta Damai menyerukan agar pelaksanaan Pilgub Jatim pada 2018 nanti berjalan damai,” ujarnya.

Menurutnya, pesta demokrasi lima tahun sekali itu pada esensinya bukan berkaitan dengan menang atau kalah, melainkan untuk mencari pemimpin terbaik di Jawa Timur.

“Kalah gak usah ngamuk (marah), menang jangan sombong,” katanya.

Pria yang biasa dipanggil Udin Sakera itu mengatakan, black campaign sangat berpotensi terjadi dan memicu konflik berkepanjangan.

“Apalagi sekarang dengan mudahnya muncul informasi hoax, bahkan propaganda yang bertujuan untuk merusak kondusifitas pilgub juga sangat mungkin dilakukan,” ujarnya.

Aksi damai sejuta tanda tangan yang digelar aliansinya pun mendorong agar masyarakat Jatim bersama-sama menjaga persatuan, keamanan dan kondusifitas saat berlangsungnya Pilgub Jatim 2018.

Salah satu yang ditekankan oleh Aliansi Masyarakat Jawa Timur Cinta Damai adalah penolakan terhadap segala bentuk politisasi agama, yang menurut Udin, sangat mudah memunculkan riak-riak konflik.

Penandatanganan spanduk aksi Jatim Damai ini juga akan dilakukan di luar Surabaya. Kata Udin, hasilnya akan disampaikan ke Joko Widodo Presiden.

Iqbal Ahmad, pengunjung di Taman Bungkul Surabaya mengaku mendukung aksi Jatim Damai itu. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini berpendapat, konflik sosial biasanya memang mewarnai setiap momen Pilkada.

“Saya kira, gerakan seperti ini perlu diikuti elemen lainnya, kalau perlu menjadi gerakan serentak di setiap kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujarnya.(den/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
24o
Kurs