Freddy Poernomo Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim mengatakan, dia menghormati keputusan Partai Demokrat bila mengusung Emil Dardak sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018.
“Saya tidak berkomentar banyak, karena ini wilayah Partai Demokrat. Kami juga belum pernah diajak bicara soal siapa wakil Bu Khofifah,” ujarnya dihubungi suarasurabaya.net, Selasa (21/11/2017).
Sampai sekarang, kata Freddy, DPD Golkar Jatim juga belum mendapatkan instruksi apapun berkaitan pasangan Khofifah yang akan diusung dari DPP Golkar di Jakarta.
Perlu diketahui, Partai Golkar merupakan bagian dari koalisi bersama Partai Demokrat dalam mengusung Khofifah di Pilgub Jatim 2018, selain Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
“Kami masih tetap pada nama yang kami usulkan sebelumnya. Sekitar Agustus lalu, kami (DPD Golkar Jatim) sudah mengusulkan lima nama termasuk Bu Khofifah ke DPP, empat nama lainnya sebagai calon wakilnya,” ujarnya.
Empat nama bakal calon pendamping Khofifah itu antara lain Nurwiyatno, Ridwan Hisjam, Kombes Pol Syafi`in, dan Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio. Tidak ada nama Emil Dardak dalam usulan itu.
“DPP Golkar memang sudah memutuskan pengusungan Khofifah di Pilgub Jatim. Tapi soal wakilnya siapa, DPP belum ada keputusan. Jadi kami tetap pada empat nama yang sudah kami usulkan sebelumnya,” ujarnya.
Bagaimanapun juga, Freddy mengakui, keputusan ada di DPP Partai Golkar. Apakah tetap bergabung dalam koalisi Demokrat untuk mengusung Khofifah atau justru berbalik arah.(den/iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
