Sebanyak 4.006 calon murid baru jenjang SMA/SMK di Jawa Timur tidak mendapatkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Berdasarkan rekap data Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Jatim, total 316.078 calon murid yang mengajukan PIN, sebanyak 296.287 siswa berhasil mendapatkan PIN setelah melalui proses verifikasi dan validasi data. Sementara itu, terdapat 4.006 calon murid tidak mendapatkan PIN hingga tahapan tersebut ditutup.
Aries Agung Paewai Kepala Dinas Pendidikan Jatim menyatakan, tidak ada perpanjangan waktu untuk pengambilan PIN SPMB 2026, sehingga calon murid yang tidak mendapatkan PIN tidak bisa lanjut ke tahapan selanjutnya.
Meski demikian, ia meminta calon murid yang bum berhasil mendapatkan PIN dalam SPMB 2026 ini, tetap melanjutkan pendidikan dan tidak berkecil hati.
“Bagi calon murid yang belum mendapatkan jangan patah semangat. Sebab, di sekolah swasta juga memberikan beasiswa, kualitas sekolah negeri dan swasta pun sama. Jadi tetap semangat mengenyam pendidikan,” katanya, Minggu (14/6/2026).
Aries menjelaskan, selama proses pengambilan PIN, Posko SPMB Dinas Pendidikan Jatim menemukan berbagai kendala di lapangan, di antaranya calon murid mengalami kesulitan saat login karena lupa tanggal terbit kartu keluarga (KK), sekolah SMP/MTs belum menginput nilai rapor murid, hingga banyak murid belum melakukan verifikasi nilai rapor secara mandiri.
Selain itu, terdapat juga murid yang meminta pembatalan verifikasi karena ditemukan kesalahan nilai setelah diverifikasi, hingga kesalahan memilih kondisi KK dan Surat Keterangan Domisili (SKD).
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, Dindik Jatim juga memfasilitasi simulasi pendaftaran bagi calon murid baru. Dari total 316.078 calon murid yang mengajukan PIN, sebanyak 146.503 siswa mengikuti simulasi pendaftaran. Sedangkan 169.575 siswa lainnya telah mengambil PIN namun belum mengikuti latihan pendaftaran.
Menurut Aries, simulasi pendaftaran memang tidak bersifat wajib. Namun, ia menilai tahapan tersebut penting agar calon murid memiliki gambaran proses pendaftaran sebenarnya.
“Memang tidak wajib mengikuti. Tapi tahapan ini jika tidak diikuti calon murid akan rugi, karena akan kesulitan saat SPMB berlangsung. Jadi kalau sudah mengikuti simulasi mereka mengetaui dan ada gambarannya nanti,” ucapnya.
Sebagai informasi, setelah tahapan Jalur Domisili tuntas pada SPMB, tahap kedua akan dibuka untuk jalur Mutasi SMA/SMK, Afirmasi SMA dan SMK, Mutasi Orang Tua dan Prestasi Hasil Lomba pada 17-18 Juni 2026.
Sedangkan jalur Nilai Prestasi Akademik SMA berlangsung pada 24-25 Juni 2026 dan jalur Nilai Prestasi Akademik SMK dibuka pada 30 Juni dan 1 Juli 2026. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

