Minggu, 14 Juni 2026

Screen Time pada Balita Bisa Picu Speech Delay, Ini Imbauan IDAI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Anak laki-laki yang terlihat saat gembira bermain gadget. Foto: iStock

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar tidak memberikan paparan layar atau screen time kepada anak berusia di bawah dua tahun. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang yang semakin banyak ditemukan pada anak usia dini.

Menurut dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K) Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, anak usia di bawah dua tahun seharusnya tidak terpapar layar sama sekali atau menerapkan prinsip zero screen time.

“Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun harusnya zero screen time,” kata Piprim saat kegiatan puncak HUT ke-72 IDAI di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, penggunaan gawai sejak usia dini dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak. Tidak hanya mengurangi aktivitas fisik, paparan layar berlebihan juga berpotensi menghambat kemampuan komunikasi, bahasa, serta interaksi sosial.

IDAI menilai tren penggunaan gawai pada anak usia dini menjadi salah satu tantangan serius dalam upaya menjaga kualitas tumbuh kembang anak. Kondisi ini disebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gangguan perkembangan yang ditemukan pada anak-anak.

“Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism,” ujarnya dilansir dari Antara.

Piprim mengungkapkan masih banyak orang tua yang menjadikan gawai sebagai alat untuk menenangkan anak saat beraktivitas. Kebiasaan tersebut membuat anak semakin bergantung pada perangkat elektronik dan berisiko mengalami gangguan perkembangan dalam jangka panjang.

“Orang tua seringkali senang anaknya anteng melihat gadget agar mereka bisa asyik sendiri dengan media sosial, padahal itu bisa menyebabkan gangguan perkembangan serius,” katanya.

Selain gangguan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit akibat perubahan gaya hidup atau new lifestyle diseases pada anak.

Beberapa di antaranya adalah obesitas, hipertensi, hingga diabetes melitus tipe 2 yang kini mulai ditemukan pada usia yang lebih muda.

Menurut Piprim, tingginya konsumsi makanan tidak sehat dan rendahnya aktivitas fisik akibat terlalu lama berada di depan layar menjadi faktor yang memperbesar risiko berbagai penyakit tersebut.

Karena itu, IDAI mengajak orang tua untuk menerapkan penggunaan gawai yang bijak sesuai usia anak, memperbanyak aktivitas fisik, serta mendorong interaksi langsung dengan keluarga dan lingkungan sekitar agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

Penerapan pola asuh yang sehat dan pembatasan screen time sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat, aktif, dan memiliki kemampuan sosial yang baik. (ant/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 14 Juni 2026
31o
Kurs