Senin, 22 Juni 2026
Potret Kelana Kota

Sabar dan Percaya, Usaha Bertahan dari Badai Corona

Minggu, 13 Desember 2020
Bagikan

Ibarat jatuh tertimpa tangga, itulah jalan yang mesti dilewati Irene Listiani. Usaha katering yang dijalani harus ia hentikan akibat bermasalah dengan rekan bisnis. Dia pun hanya mengandalkan pendapatan sebagai pengajar ekstrakulikuler Karya Ilmiah di salah satu SMA swasta. Hingga pandemi pun tiba dan merenggut pekerjaan satu-satunya. Kegiatan ektrakulikuler ditiadakan, karena sekolah melarang pertemuan tatap muka. Saat itu, ia mulai merasa kesulitan dalam ikut menopang pendapatan keluarga. Musibah kian mendera tatkala mendapati dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Untuk menjaga jarak dari keluarga, ia menyewa kamar kos selama karantina mandiri. Ia memikirkan bisnis apa kiranya yang bisa menopang pendapatan keluarga yang saat sesulit ini. Hingga suatu hari, tercetus untuk membuat minuman alami berupa infused water dan teh, yang terbuat dari bahan-bahan tradisional alami dan buah segar. Iarene yang sebelumnya berkecimpung di dunia karya ilmiah, akhirnya memiliki ide untuk membuat minumannya seperti produk eksperimen dari sebuah laboratorium. Lalu Lab.Rasa dipilih jadi namanya, produk minumannya dilabeli dengan nama singkatan varian seperti rumus-rumus kimia. GLg untuk Ginger+Lemongrass, L2G berisi Lime+Lemongrass, dan sebagainya.

Irene mengaku penjualan minumannya lumayan. Apalagi, dengan bahan-bahan alami tanpa pengawet seharga Rp5000 per botol, pesanan jalur daring banyak diminati. Ke depan, ia berharap agar bisnisnya semakin berkembang dengan menjualnya secara offline. Irene saat ini juga sedang mengurus perizinan untuk Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Atas kesabaran dan keyakinan meniti jalan yang benar, Irene masuk 15 warrior hunt program Indonesai Bangkit dari Suara Surabaya. (Foto: Anton suarasurabaya.net)

Potret Terkini