Minggu, 6 September 2026

Ashraf Gani Mantan Presiden Afghanistan Minta Maaf

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ashraf Gani mantan Presiden Afghanistan. Foto: ARG AFG

Ashraf Ghani Mantan Presiden Afghanistan, yang melarikan diri dari Kabul ketika pasukan Taliban mencapai pinggiran kota pada Agustus lalu, meminta maaf atas kejatuhan mendadak pemerintahannya.

Ghani yang menyampaikan permintaan maafnya pada Rabu (8/9/2021) membantah bahwa dia telah membawa uang senilai jutaan dolar bersamanya.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter, Ghani mengatakan dia pergi meninggalkan Afghanistan atas desakan tim keamanannya yang mengatakan bahwa jika dia tetap tinggal, ada risiko pertempuran mengerikan sama seperti yang pernah dialami kota Kabul selama Perang Saudara 1990-an.

“Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya, tetapi saya yakin itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya,” kata Ghani seperti dilansir Antara.

Pernyataan itu sebagian besar menggemakan pesan yang sudah dikirim Ghani dari Uni Emirat Arab segera setelah kepergiannya meninggalkan Afghanistan.

Pernyataan Ghani juga menuai kritik pahit dari para mantan sekutu yang menuduhnya melakukan pengkhianatan.

Ghani juga menepis laporan yang menyebutkan ia telah pergi meninggalkan Afghanistan dengan membawa uang tunai jutaan dolar. Dia menyebut laporan itu sebagai hal yang benar-benar dan pasti salah.

Ghani adalah mantan pejabat Bank Dunia yang menjadi presiden Afghanistan, setelah dua pemilu yang disengketakan dan dirusak oleh tuduhan penipuan yang meluas di kedua belah pihak.

“Korupsi adalah wabah yang melumpuhkan negara kita selama beberapa dekade dan memerangi korupsi telah menjadi fokus utama dari upaya saya sebagai presiden,” kata Ghani.

Dia menyampaikan penghargaan atas pengorbanan yang telah dilakukan warga Afghanistan selama 40 tahun terakhir perang di negara mereka.

“Dengan penyesalan yang mendalam dan besar bahwa pemerintahan saya sendiri berakhir dengan tragedi yang sama dengan para pendahulu saya, tanpa memastikan stabilitas dan kemakmuran. Saya meminta maaf kepada orang-orang Afghanistan bahwa saya tidak dapat mengakhirinya secara berbeda,” ujar Ashraf Ghani.(ant/dfn/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 6 September 2026
25o
Kurs