Jumat, 26 Juni 2026

Dokter Sebut David Alami Luka Permanen di Saraf Otak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Dokter Yeremia Tatang saat menjadi saksi dalam kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo di PN Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2023). Foto: Antara

Dokter Yeremia Tatang yang merawat David Ozora (17), korban penganiayaan oleh Mario Dandy Satriyo (20) menyebut, David mengalami luka di saraf otak yang bersifat permanen.

“Setelah di MRI (magnetic resonance imaging) beberapa minggu, ada bercak putih, tepatnya di jembatan otak (corpus callosum) yang menghubungkan otak kiri dan kanan yang bersifat permanen,” ungkapnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) dilansir Antara pada Kamis (20/7/2023).

Tatang memaparkan, bercak putih tersebut memang relatif mengecil, namun tidak akan menghilang dan akan permanen.

“Respons setiap orang dalam pemulihan kesehatan memang berbeda-beda. Saya belum bisa memastikan tingkat maksimal kesembuhan David,” tambahnya.

Hanya saja, luka di saraf itu akan tetap menyisakan bekas sehingga tidak bisa pulih sepenuhnya.

Dari hasil pemeriksaan terakhir, ujar Tatang, fisik David memang sudah bisa berjalan. Hanya saja baru beberapa langkah akan oleng ke kiri. Aspek emosi dan bahasa David juga belum pulih.

Sidang lanjutan terkait terdakwa Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas digelar pada Kamis (20/7/2023) pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan Dokter Yeremia Tatang yang merawat David Ozora selama di RS Mayapada, Jakarta Selatan. (ant/bnt/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 26 Juni 2026
32o
Kurs