Minggu, 30 November 2025

4 Orang Meninggal saat KA Mutiara Timur Tertemper Mobil di Pasuruan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Kondisi JPL 88 di Kecamatan Beji, Pasuruan usai terjadinya kecelakaan kereta api yang tertemper mobil dan menewaskan empat penumpang mobil di Pasuruan, Minggu (30/11/2025). Foto: KAI Daop 8 Surabaya

KA Mutiara Timur dilaporkan tertemper mobil yang ditumpangi satu keluarga di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Selokambang, Desa Gunung Gangsir, Beji, Kabupaten Pasuruan pada Minggu (30/11/2025).

Kecelakaan tersebut menewaskan empat orang, yakni dua orang dewasa yang merupakan pasangan suami istri serta dua orang anaknya. Sementara satu orang anak lain yang masih berusia dua tahun, dilaporkan selamat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memastikan lokomotif KA Mutiara Timur yang tertemper mobil di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 88 di Kecamatan Beji dalam kondisi baik.

Luqman Arif Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan, rangkaian dan lokomotif KA Mutiara Timur tersebut hendak melakukan perjalanan menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi, dari stasiun asal Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

“Berdasarkan laporan Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), rangkaian dan lokomotif KA Mutiara Timur dinyatakan dalam kondisi aman sehingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali pada pukul 10.25 WIB,” kata Luqman dilansir dari Antara.

Luqman menyebut KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan keprihatinan atas kejadian itu. Ia berharap masyarakat pengguna jalan yang akan melewati perlintasan kereta api, agar lebih waspada dan berhati – hati ketika akan melintas.

Ia juga meminta masyarakat untuk memperhatikan kondisi perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga.

Menurutnya, rangkaian KA tersebut berhasil melanjutkan perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan yakni Stasiun Ketapang Banyuwangi, meski mengalami keterlambatan akibat kejadian tersebut.

“KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Keselamatan adalah prioritas utama dan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat,” tutur Luqman. (ant/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Minggu, 30 November 2025
26o
Kurs