Satgas anti premanisme di Kota Surabaya mulai aktif sejak diluncurkan saat Deklarasi Surabaya Bersatu pada Rabu (31/12/2025) kemarin.
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, satgas yang berisi petugas gabungan dengan menggandeng TNI-Polri itu akan menindak laporan warga soal aksi-aksi premanisme atau perbuatan melanggar hukum.
“Jadi kita akan memiliki tempat ya di posko kita, posko yang namanya satgas anti premanisme itu ada di dekat inspektorat,” ucapnya.
Satgas itu akan menjaga 5 wilayah, utara, timur, barat, selatan, dan pusat untuk mengamankan masing-masing area dari tindakan premanisme.
Warga yang mengetahui kejadian pelanggaran hukum diminta melapor, satgas akan langsung mengambil pelaku.
“Jikalau ada yang seperti premanisme menggunakan kekerasan, menggunakan pemaksaan langsung kita ambil,” paparnya.
Diberitakan sebelumnya, satgas anti premanisme itu dibentuk pascakasus pengusiran dan perusakan rumah milik lansia wanita 80 tahun nenek Elina di Surabaya, diduga dilakukan oknum anggota organisasi masyarakat (ormas).(lta/kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
