Jumat, 2 Januari 2026

Tanggul Jebol, Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir Luapan Sungai

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga hilir di Desa Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Foto: Antara

Tanggul sungai di Kampung (Desa) Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, dilaporkan jebol sehingga membuat debit air meluap dan kembali merendam pemukiman penduduk setempat.

“Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki,” kata M Daud, tokoh pemuda wilayah Bendahara Hilir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026) yang dikutip Antara.

M Daud menjelaskan insiden tanggul jebol di Kampung Raja itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB, dan pada pukul 21.00 WIB banjir semakin meluas.

Titik tanggul yang jebol tersebut berada di jalan penghubung antar Kecamatan Bendahara dan Seruway. Akhirnya air sungai meluap ke jalan dan kawasan permukiman yang sebelumnya sudah porak poranda diterjang banjir bandang kembali terendam.

“Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir,” ujarnya.

Banjir susulan ini diperkirakan warga merupakan kiriman dari wilayah hulu sungai, akibat hujan deras di pegunungan.

M Daud mengungkapkan akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu banyak titik tanggul sungai di pesisir Kecamatan Bendahara rusak dan belum sempat diperbaiki.

“Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang,” katanya.

“Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol,” tambahnya.

Sebelumnya Desa Selamat di Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12/2025) malam, juga terendam banjir akibat sungai objek wisata pemandian Gunung Pandan meluap.

Tetapi, berdasarkan keterangan dari Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman, banjir tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam.

“Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat,” kata Suherman. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
31o
Kurs