Kamis, 15 Januari 2026

Menlu Tekankan Urgensi Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakjelasan Situasi Dunia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Sugiono Menlu RI menyampaikan PPTM 2026, Rabu (14/1/2026), di Gedung Kemenlu, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net

Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) mengatakan, diplomasi Indonesia harus dibangun dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme.

Hal itu disampaikan Menlu, hari ini, Rabu (14/1/2026), dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM), di Gedung Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam forum tersebut, Sugiono menyinggung rapuhnya tatanan dunia, di mana kepentingan yang sempit mengalahkan keamanan bersama. Hukum internasional yang selama ini jadi pagar stabilitas dunia, sekarang disalahgunakan.

Tata kelola yang dibentuk untuk mengelola krisis, kini semakin kesulitan mengejar realitas yang terjadi. Indikatornya, sejumlah negara kunci menarik diri dari tanggung jawab tata kelola dunia.

Kemudian, Menlu menyinggung soal pergerakan dunia menuju kompetisi yang lebih tajam, dan perpecahan yang semakin dalam. Perubahan itu ditandai dengan interdependensi ekonomi, dan peran signifikan dari aktor non-negara.

Di tengah situasi dunia yang semakin tidak jelas, Indonesia harus mengambil pilihan tegas, yaitu memperkuat ketahanan nasional.

Diplomasi Ketahanan yaitu diplomasi yang adaptif untuk mengelola risiko, menjaga stabilitas, dan memperkuat daya tawar nasional. Sehingga, Indonesia tidak sekadar bertahan, tapi mampu menentukan arah sendiri di tengah tekanan global.

“Kita harus melihat dunia apa adanya, keras kompetitif, dan semakin tidak terprediksi. Oleh karena itu diplomasi kita harus dibangun dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menyebut negara yang tidak punya strategi akan terseret arus, dan negara tanpa ketahanan bakal menjadi objek.

Dia menegaskan, politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia sesuai amanat konstitusi, yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia, kepentingan nasional dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Sekadar informasi, PPTM adalah forum tahunan bagi Menteri Luar Negeri RI untuk menyampaikan capaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun sebelumnya, serta prioritas dan arah kebijakan luar negeri di tahun mendatang.

Forum itu mencakup isu-isu strategis seperti kerja sama ekonomi, hubungan bilateral dan multilateral, keamanan regional, hingga kontribusi Indonesia dalam forum global.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 15 Januari 2026
24o
Kurs