Minggu, 8 Februari 2026

Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras kepada 33,2 Juta Penerima

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Foto: Antara

Ahmad Rizal Ramdhani Direktur Utama Perum Bulog menyatakan kesiapannya menyalurkan bantuan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai bagian dari program Pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Di acara Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026), Rizal menjelaskan bantuan pangan tersebut direncanakan untuk mulai disalurkan pada Februari dan Maret, dengan jumlah penerima yang meningkat secara signifikan dibanding program sebelumnya yang menjangkau sekitar 18 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Jadi, kalau kemarin 18 juta KPM. Sekarang 30 juta lebih (KPM),” kata Rizal.

Dia menyampaikan, data penerima bantuan tersebut termasuk di wilayah yang terdampak bencana. Namun, pihaknya akan mengacu pada data terpadu yang disiapkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Bulog menunggu pemutakhiran data sebelum penyaluran dilakukan secara nasional, sehingga bantun pangan yang disalurkan tepat sasaran.

“Kan semua datanya dari Kementerian Sosial, nanti kita tinggal nunggu data matengnya dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan program tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Perhitungan dilakukan berdasarkan alokasi bantuan yang akan diberikan kepada puluhan juta penerima manfaat.

Saat ini, penyaluran belum dimulai karena Bulog masih menyiapkan kebutuhan teknis, termasuk pengadaan karung dan kesiapan distribusi.

Perusahaan menargetkan penyaluran dapat dimulai pada pertengahan Maret, bertepatan dengan Ramadhan 2026. Selain beras, program bantuan pangan juga direncanakan disalurkan bersamaan dengan minyak goreng.

Bulog menjamin kesiapan logistik, termasuk karung kemasan, dalam kondisi aman, sehingga distribusi dapat berjalan lancar.

“Estimasi (penyaluran) nanti bulan-bulan Maret, Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadhan sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” ucap Rizal.

Sementara itu, Andi Amran Sulaiman Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) menyatakan pemerintah segera menyalurkan bantuan pangan beras dan MinyaKita kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

“Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter MinyaKita selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM,” kata Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pemerintah telah menyepakati penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng dilakukan sekali salur untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.

Jumlah KPM diperbanyak dengan menyasar masyarakat desil I sampai dengan IV, seperti halnya pada penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).

Jumlah penerima program bantuan pangan beras dan minyak goreng yang dialokasikan pada bulan Februari dan Maret 2026 direncanakan meningkat menjadi 33,2 juta KPM setiap bulannya. Jumlah KPM tersebut diperbanyak hingga 81,9 persen dari jumlah KPM program serupa sebelumnya yang berada di angka 18,2 KPM setiap bulannya.

“Nantinya setiap KPM mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk alokasi 1 bulan yang disalurkan oleh Perum Bulog,” bebernya.

Secara kuantitas, untuk penyaluran dua bulan sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. Demi pelaksanaan program prorakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp11,92 triliun.(ant/zan/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 8 Februari 2026
31o
Kurs