Senin, 9 Februari 2026

Harga Bawang Putih Turun Tipis pada Awal Februari, Masih di Atas HAP

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Komoditas bawang merah, bawang putih, kentangg, bawang bombay, cabai rawit yang dijual salah satu pedagang di Pasar Soponyono Jl. Rungkut Asri Utara, Kec. Rungkut, Surabaya, Rabu (8/10/2025). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih nasional mengalami penurunan tipis pada pekan pertama Februari 2026. Meski demikian, harga komoditas tersebut masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp38.000 per kilogram.

Ateng Hartono Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS mengatakan, rata-rata harga bawang putih nasional pada periode tersebut tercatat sebesar Rp39.743 per kilogram.

Angka ini turun 0,17 persen dibandingkan Januari 2026 yang berada di level Rp39.813 per kilogram.

“Di rata-rata harga pada kondisi Februari 2026, yaitu Rp39.743 (per kilogram). Ada 122 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga di bawang putih,” ujar Ateng dilansir dari Antara pada Senin (9/2/2026).

BPS mencatat, meskipun lebih dari seratus daerah mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), disparitas harga bawang putih secara nasional masih relatif terkendali dan tidak setinggi komoditas cabai rawit.

Secara nasional, harga bawang putih tertinggi tercatat mencapai Rp100.000 per kilogram, sementara harga terendah berada di kisaran Rp24.000 per kilogram. Harga tertinggi tersebut ditemukan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, serta Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Sementara itu, sejumlah daerah mencatat harga yang mendekati HAP. Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, misalnya, harga bawang putih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

Di sisi lain, BPS juga melaporkan perkembangan harga bawang merah. Pada Februari 2026, harga rata-rata nasional bawang merah tercatat sebesar Rp41.376 per kilogram, sedikit berada di bawah HAP bawang merah yang ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram.

Dibandingkan Januari 2026, harga bawang merah mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 6,53 persen. Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat 64 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan IPH untuk komoditas tersebut.

Ateng mengungkapkan, beberapa daerah bahkan mencatat lonjakan harga bawang merah yang cukup tajam. Salah satunya Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dengan harga mencapai Rp80.000 per kilogram dan kenaikan IPH sebesar 44,46 persen. Harga bawang merah di Boven Digoel tercatat sekitar 92,7 persen di atas HAP.

Kondisi serupa juga tercatat di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah lainnya. Namun demikian, sebagian besar kabupaten dan kota masih mencatat harga bawang merah di bawah HAP. Salah satunya Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan harga sekitar Rp27.000 per kilogram. (ant/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 9 Februari 2026
28o
Kurs