Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi berbagai program prioritas pendidikan pada 2026, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, hingga peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 yang digelar di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa capaian program pendidikan pada 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan kebijakan di tahun berikutnya.
Salah satu capaian signifikan adalah revitalisasi satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun yang berhasil menjangkau 16.167 sekolah, melampaui target awal sebanyak 10.440 sekolah.
“Program revitalisasi satuan pendidikan telah melampaui target. Dengan sistem swakelola, pelaksanaannya tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat guna, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Abdul Mu’ti, Selasa (10/2/2026).
Selain itu, distribusi perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) telah mencapai 100 persen ke ratusan ribu satuan pendidikan.
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan perluasan revitalisasi hingga 60 ribu sekolah serta melanjutkan digitalisasi pembelajaran secara bertahap.
“Kami mengupayakan agar setiap satuan pendidikan secara bertahap mendapatkan tiga unit IFP, yang mulai kami distribusikan pada 2026,” kata Mu’ti.
Di bidang peningkatan mutu guru, Kemendikdasmen mencatat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 804.157 guru ASN dan non-ASN sepanjang 2025.
Pemerintah juga memberikan bantuan peningkatan kualifikasi akademik S1/D4 kepada 12.500 guru, serta melatih lebih dari 52 ribu kepala sekolah dan 186 ribu pendidik melalui pendekatan pembelajaran mendalam.
“Pembelajaran mendalam kami dorong agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” jelasnya.
Dari sisi kesejahteraan, pemerintah menaikkan tunjangan sertifikasi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, serta meningkatkan insentif guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per bulan mulai 2026. Bantuan subsidi upah juga disalurkan kepada lebih dari 253 ribu guru non-ASN di PAUD nonformal.
“Guru adalah kunci utama mutu pendidikan. Karena itu, kesejahteraan guru harus terus kita perbaiki,” tegas Mu’ti.
Dalam aspek evaluasi pembelajaran, Kemendikdasmen meluncurkan Transformasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti 3,48 juta siswa SMA/SMK/MA pada November 2025. Abdul Mu’ti menekankan bahwa TKA bukan alat pemeringkatan, melainkan sarana refleksi.
“TKA tidak dimaksudkan untuk menghasilkan ranking, tetapi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran,” ujarnya.
Penguatan karakter peserta didik juga dilakukan melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yang hingga kini telah diikuti 170.870 satuan pendidikan di 38 provinsi.
Pemerintah juga menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta mendorong penguatan nasionalisme melalui upacara bendera dan ikrar pelajar.
Abdul Mu’ti turut mengungkapkan capaian prestasi internasional peserta didik Indonesia sepanjang 2025 yang berhasil meraih 66 penghargaan, terdiri atas 3 emas, 27 perak, 31 perunggu, dan 5 honorable mention.
“Seluruh kebijakan pendidikan 2026 kami arahkan pada penguatan partisipasi dan kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua,” pungkasnya.(faz/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
