Universitas Airlangga (Unair) kembali mencatat momen istimewa dalam pengukuhan guru besar yang digelar, Kamis (12/2/2026) hari ini. Dari lima profesor yang dikukuhkan, terdapat pasangan suami istri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang resmi menyandang gelar guru besar secara bersamaan.
Mereka adalah Prof Dr. Unggul Heriqbaldi dan Prof Dian Ekowati. Keduanya dikukuhkan dalam sidang yang berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C Unair.
Prof Unggul Heriqbaldi merupakan pakar Ilmu Ekonomi Perdagangan dan Moneter Internasional. Sementara Prof Dian Ekowati menekuni dan mengembangkan keilmuan Studi Keorganisasian. Pengukuhan ini menjadi catatan tersendiri karena keduanya tidak hanya berbagi perjalanan hidup, tetapi juga capaian akademik tertinggi di institusi yang sama.
Adapun perjalanan akademik pasangan profesor ini juga beririsan di kancah internasional. Keduanya sama-sama pernah menempuh pendidikan di Australia.
Prof Unggul Heriqbaldi menyelesaikan Postgraduate Diploma in Economics di University of Melbourne pada 2001, kemudian meraih Master of Applied Economics di Monash University pada 2002. Sementara Prof Dian Ekowati menamatkan Master of Applied Commerce in Organizational Change di University of Melbourne pada 2002.
Momentum ini menjadi simbol bahwa dedikasi pada ilmu pengetahuan dapat tumbuh selaras dengan perjalanan kehidupan keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Muhammad Madyan Rektor Universitas Airlangga menyampaikan bahwa Unair terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang strategis bagi pembangunan bangsa.
“UNAIR berfungsi sebagai navigator pembangunan berkelanjutan. Menjadi katalis inovasi obat tradisional berbasis bukti, fasilitator praktik kesehatan yang aman, motor transformasi ekonomi berbasis ekonomi, serta laboratorium pengembangan keunggulan organisasi melalui kolaborasi intelektual,” ujarnya saat memimpin sidang pengukuhan.
Menurutnya, melalui beragam disiplin ilmu, Unair tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sosial, kesehatan, ekonomi, dan organisasi.
“Pengukuhan guru besar ini menegaskan posisi UNAIR sebagai institusi yang menjembatani riset, kebijakan, dan praktik nyata untuk mendorong kemajuan masyarakat dan kesejahteraan bangsa. Dengan demikian, para pakar terkait tidak hanya menghasilkan pengetahuan. Tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sosial, kesehatan, ekonomi dan organisasi,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada para profesor baru agar senantiasa memegang amanah Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 terkait pemenuhan tri dharma perguruan tinggi.
“Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para akademisi untuk melanjutkan karir hingga mencapai jabatan guru besar. Semoga ilmu dan karya saudara guru besar yang baru dilantik senantiasa membawa kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan dunia,” pungkasnya.
Selain pasangan suami istri tersebut, tiga guru besar lain yang turut dikukuhkan adalah Prof Dr Lutfi Agus Salim dalam bidang Demografi dan Kependudukan dalam Kesehatan Masyarakat; Prof Dr Sugiharto dalam bidang Toxicology, Aktivitas Enzim Antioksidan Endogen Hewan Coba; serta Prof Dr apt Yunita Nita dalam bidang Farmasi Praktis. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
