Jumat, 13 Februari 2026

Tanggapi Isu Politisasi Bencana, Hasto: Mari Utamakan Gotong Royong dan Pemulihan Korban

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat memberikan keterangan pers di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam polemik politik terkait bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah percepatan pemulihan korban dan perbaikan infrastruktur terdampak.

Pernyataan itu disampaikan Hasto merespons pidato Prabowo Subianto Presiden yang menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan politik.

“Yang jelas bukan PDI Perjuangan. Kami tidak pernah senang jika terjadi bencana. Justru kami selalu siap siaga karena memahami posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire,” ujar Hasto usai menghadiri acara apresiasi relawan kesehatan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, energi bangsa seharusnya difokuskan pada upaya kemanusiaan dan pemulihan, bukan pada saling tuding. Ia menilai, kerja kolaboratif lintas sektor jauh lebih dibutuhkan masyarakat terdampak.

“Lebih baik kita merangkul semuanya dan fokus membantu rakyat. Korban bencana sampai sekarang belum sepenuhnya pulih. Infrastruktur dan fasilitas publik juga masih membutuhkan penanganan serius,” katanya.

Hasto juga memperhatikan faktor kerusakan lingkungan dan dampak pemanasan global sebagai akar persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Dia mengingatkan pentingnya pembenahan tata kelola lingkungan guna meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

“Persoalan ekologis harus menjadi perhatian utama. Kalau lingkungan tidak dijaga, potensi bencana akan terus berulang. Jadi jangan hanya melihat dampaknya, tapi juga akar masalahnya,” tegas politisi asal Yogyakarta tersebut.

Ia pun berharap pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh komponen bangsa yang ingin terlibat dalam penanganan bencana, tanpa sekat politik.

“Pemerintah diharapkan merangkul siapa pun yang memiliki niat baik untuk bersama-sama bergotong royong membantu rakyat. Dalam situasi seperti ini, kemanusiaan harus di atas segalanya,” pungkas Hasto.(faz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 13 Februari 2026
26o
Kurs