Sabtu, 14 Februari 2026

Ratusan Siswa Sampoerna Academy Gelar Pertunjukan Teater, Rayakan Imlek Sekaligus Berdonasi untuk YKAI

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ratusan siswa Sampoerna Academy dari tingkat ELC hingga SMA menampilkan pertunjukan teater yang terinspirasi dari kisah "Mulan", untuk merayakan Imlek sekaligus berdonasi untuk Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI), Jumat (13/2/2026), di Gedung Q UK Petra Surabaya. Foto: Tito suarasurabaya.net

Sebanyak 450 siswa Sampoerna Academy, mulai dari tingkat Early Learning Center (ELC) atau Playgroup hingga kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) mempersembahkan pertunjukan teater untuk merayakan Imlek.

Pertunjukan teater yang terinspirasi dari kisah “Mulan” itu bukan sekadar menampilkan bakat para siswa, tapi juga mengajarkan mereka berbagi lewat donasi yang dipersembahkan untuk Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).

Maharsi Palupining Rini ​National Principal Sampoerna Academy Surabaya Grand Pakuwon menjelaskan, pertunjukan ini sekaligus sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk berani tampil di hadapan banyak orang agar mereka lebih percaya diri.

“Kami ingin menanamkan mentalitas kuat agar para murid mampu mengalahkan rasa gugup dan takut akan sebuah kesalahan. Sekaligus untuk tempat belajar mereka agar mau bangkit kembali saat menghadapi kendala,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Palupi mengungkapkan, pemilihan kisah “Mulan” diambil karena karakter itu dinilai sangat inspiratif bagi semua generasi, terutama anak-anak.

Sosok Mulan yang gigih, penuh kasih, dan pantang menyerah dalam mewujudkan keinginan, menjadi nilai-nilai moral yang ingin ditanamkan kepada para siswa.

​”Kami ingin agar anak-anak bisa menanamkan kegigihan dan tidak putus asa dalam mencapai tujuan. Dengan memerankan karakter Mulan, siswa diharapkan tidak hanya mengenal budayanya, tetapi juga terinspirasi oleh nilai keberanian dan cinta kasih yang terpancar dari karakter tersebut,” jelasnya.

Untuk mempersiapkan pertunjukan ini, kata Palupi, para siswa menjalani latihan intens selama enam bulan. Termasuk pemilihan karakter, kostum, dan lainnya, untuk tampil all-out di hadapan audiens.

Palupi menekankan bahwa acara ini tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang seni peran, tapi juga jiwa sosial dan kepedulian, dengan memberikan donasi pada Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) Cabang Surabaya.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa bakat dan kemampuan yang mereka miliki dapat digunakan untuk membahagiakan orang lain, terutama bagi mereka yang kurang beruntung,” tutupnya.(kir/wld/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 14 Februari 2026
26o
Kurs