Sabtu, 14 Februari 2026

Gajah di OKU Selatan Dipindahkan ke Kawasan Suaka untuk Hindari Konflik dengan Manusia

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Gajah Sumatera. Foto: World Wildlife Fund

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan, menyiapkan translokasi lima gajah liar ke kawasan Suaka Margasatwa Gunung Raya sebagai langkah mencegah konflik antara satwa dan manusia.

Pemindahan ini dilakukan setelah kawanan gajah beberapa kali masuk ke permukiman warga dan menimbulkan keresahan.

Zulfakar Dhani Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab OKU Selatan mengatakan pemerintah daerah kini mematangkan seluruh persiapan translokasi agar berjalan aman dan efektif.

Dia menjelaskan konflik antara manusia dan gajah liar memang kerap terjadi, terutama setelah lima gajah memasuki kawasan permukiman di Kecamatan Buay Pemaca dan Buana Pemaca.

“Ada lima gajah liar yang masuk ke permukiman penduduk hingga meresahkan masyarakat,” katanya mewakili Abusama Bupati OKU Selatan seperti dilansir Antara, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai respons, Pemkab OKU Selatan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mempercepat pemindahan lima individu Gajah Sumatera ke kantong habitat baru di Suaka Margasatwa Gunung Raya.

Zulfakar menegaskan proses translokasi harus dirancang secara matang untuk meminimalkan risiko di lapangan, baik bagi masyarakat maupun satwa.

“Perlu disiapkan beberapa skenario. Ada hal-hal di lapangan yang tidak bisa diprediksi, sehingga kita harus benar-benar siap,” ujarnya.

Selain mempersiapkan jalur translokasi, pemerintah daerah juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sepanjang rute pemindahan. Lokasi penampungan sementara juga diminta steril dari aktivitas warga, termasuk rencana pemasangan pagar kejut sebagai bagian dari sistem pengamanan.

“Saya minta kepada camat, kepala desa, unsur TNI-Polri, serta perangkat wilayah lainnya, untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang adanya translokasi ini,” ucapnya.

Sementara itu, Yusmono Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel mengatakan lima gajah betina tersebut direncanakan dipindahkan ke Blok Manduriang di kawasan Suaka Margasatwa Gunung Raya, yang dinilai memiliki habitat sesuai bagi kelangsungan hidup satwa tersebut.

“Namun proses translokasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa,” kata dia.

Menurut Yusmono, berbagai kajian teknis, pemeriksaan lokasi, serta kesiapan habitat menjadi faktor penting sebelum translokasi dilakukan.

“Kita harus memastikan semuanya aman. Bahkan setelah gajah berhasil dipindahkan, pemantauan dan pemeliharaan tetap dilakukan,” ujarnya.

Ia berharap translokasi ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar di OKU Selatan, sekaligus menjaga kelestarian Gajah Sumatera.

“Dengan adanya translokasi ini diharapkan harmoni antara manusia dan satwa liar di OKU Selatan dapat kembali terjaga tanpa meninggalkan jejak konflik di kemudian hari,” harapnya. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 14 Februari 2026
31o
Kurs