Suara Surabaya Academy (SSA) bootcamp “Jago Ngonten with AI” hari kedua, Sabtu (14/2/2026) mengajak peserta mahir menyampaikan pesan lewat konten yang dibuat.
Ananda Maharani penyiar Radio Suara Surabaya mengatakan, setelah peserta mengetahui niche atau segmen masing-masing untuk ditampilkan di media sosial, hal paling penting yang tidak boleh terlewat adalah bagaimana pesan dari konten itu bisa sampai ke audiens.
“Setelah tahu niche masing-masing, hal yang perlu dan penting dipersiapkan adalah bagaimana cara menyampaikan pesan itu,” katanya, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, konten adalah pesan yang mewakili diri kita secara personal atau produk yang ingin dikenalkan ke audiens. Sehingga ide saja tidak cukup.
“Sebagai kreator, cara kita menyampaikan pesan itu akan menentukan seseorang bertahan atau skip konten kita,” tambahnya.
Beberapa cara umum yang bisa menarik perhatian audiens, kata Nanda, biasanya lewat hook atau umpan yang ditaruh di awal-awal materi konten.
“Tapi sebagai seorang public speaker, hook menarik saja tidak cukup. Kita perlu memancing audiens dengan suara kita, lewat intonasi, memainkan tempo, hingga gesture,” ungkapnya.
Selain Nanda, pada sesi kali ini Arif Kuswardaya penyiar Radio Suara Surabaya yang juga voice over talent menambahkan bahwa konten memang bisa viral karena visual. Tapi, mereka bisa melekat karena suara.
Dia setuju kalau kemampuan kreator dalam menarik perhatian audiens bisa ditentukan lewat voice over.
“Beberapa kunci voice over menarik, perlu memperhatikan artikulasi, tone suara, smiling voice, dan lainnya. Intonasi juga sangat penting. Karena voice over yang flat, cenderung bikin bosen. Jadi perlu naik turun,” jelasnya.
Pada SSA Bootcamp “Jago Ngonten with AI” hari kedua, para peserta akan mendapatkan sejumlah materi dari mentor. Selain public speaking, peserta juga akan mendapat materi tentang video editing, pemanfaatan AI untuk konten, serta coaching dan mentoring secara langsung.(kir/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
